Latest Entries
Random

Jangan Halangi Aku

Ada yang tak biasa. Aku ingin menggapainya. Ah, tangan itu menghalangiku. Benda itu bersinar, aku ingin menggenggamnya. Lagi-lagi tangan itu menjauhkannya dariku. Aku ingin ke arah situ saja. Ah, aku dipindahkan ke arah sebaliknya. Jadi jauh. Tangan ini sungguh mengganggu. Aku ingin mencoba berbagai hal tapi dilarang. Aku harus apa. Ku jadi malas. Aku mau … Continue reading

Fictionary

Bahagia Pembuka Duka

Matahari hampir tenggelam. Sandra dan aku masih duduk di pinggir pantai ini sambil menghabiskan sisa bir. Kami bercerita tentang indahnya pantai ini dan airnya yang tenang. Ketenangan pantai ini membuat kami sama-sama merasa begitu damai dan nyaman. Pemandangan langitnya membuat kami berpikir untuk pulang belakangan dari rombongan, agar dapat menikmati pantai ini kala sore sekali … Continue reading

Think Out Loud

Sebuah Elegi Lainnya

Aku layangkan tatapanku kepada nisanmu. Hanya ada nisanmu kini. Tak ada lagi tatapan wajahmu yang begitu tegas dan penuh kepedulian. Sungguh berbeda pastinya. Ingin rasanya hatiku berinteraksi denganmu lagi sekarang dan nanti. Egois sekali ya aku. Ya, begitulah manusia hidup kan? Penuh keegoisan yang sadar ataupun tak sadar. Aku ingin kau tetap ada kini. Ketika … Continue reading

Fictionary

Sepuluh Menit

Duduklah. Aku ingin menatap matamu dengan dalam sebelum kau pergi. Rindu ini seperti mengantre untuk keluar dari dada padahal kau belum beranjak. Seakan dia tahu kalau dia akan segera dibutuhkan. Matamu memerah karena tangisan yang amat sangat. Apa makna tangismu? Sedihkah? Terharukah? Seakan berkonspirasi untuk menciptakan kondisi yang menekan jiwa, segera pikiran ini membuat imaji-imaji … Continue reading

Think Out Loud

Ketika Harus Berubah

Hari masih begitu dini ketika itu, kebanyakan manusia masih terlelap dengan tenangnya. Sebuah keluarga tak akan menyangka kalau hari itu akan mengubah kehidupan mereka selamanya. Sebuah titik balik yang walaupun tak disukai tapi harus tetap dihadapi. Semua bermula ketika anak pertama dan kedua terbangun oleh teriakan sang ibu. Keduanya segera keluar kamar dan menemukan ayah … Continue reading

Fictionary

13 Oktober

Denting piano kala jemari menari Lagu itu sudah berputar 4 kali, tapi aku masih duduk di cafe ini. Di posisi bangku ini. Di waktu ini. Untung saja, bajunya berbeda. Oh, tapi potongan rambutku masih yang ini. Supaya kau tak lupa kalau melihatku lagi. Masih nunggu Jo ya, Le? Iya, Su. Uda lama ya dia ga … Continue reading