Latest Entries
Fictionary

Kau Lagi

K Kau masih terjaga malam ini, detik ini, momen ini. Tak lelah kah kau?  L Siang tadi kau memberiku makanan yang begitu enak, aku terharu. Aku pernah sih makan yang lebih enak, tapi makanan yang kau beri tadi datang tepat waktu, ketika aku sedang lapar-laparnya. Terima kasih, kau. Aku duduk di ujung pintu menantimu kembali … Continue reading

Random

Untukmu

Ini untukmu, jiwa yang merindu Katanya, rindu itu berarti sayang Bila begitu, aku senang hingga melayang Karena berarti kau juga sayang. Ini padamu, jiwa yang mencari Lihat mataku, maka kau akan mampu menyadari Kata bukanlah tanpa arti Raga ini ingin selalu mencari Hingga semesta puas dan mengakhiri Aku memang begini Kau memang segini Kita saling … Continue reading

Think Out Loud

Menunggu Jemputan

Padaku, hidup tak selalu menjadi teman yang menyenangkan. Hidup kadang usil padaku. Dihajarnya aku. Bisa apa aku kalau sedang dihajarnya? Paling mengeluh sampai bosan dan akhirnya bersyukur. Lucu memang. Oh, hidup juga itu suatu sekolah tanpa jadwal. Yang pasti aku selalu belajar darinya.  Pada suatu hari, hidup mengajariku agar tidak memandang dan membandingkan orang lain. … Continue reading

Fictionary

Amnesia

Hai teman, siapa namamu? Aku lupa. Minggu lalu kita berjumpa, tapi seperti biasa. Aku tak ingat namamu. Hanya ingat kau ada. Bahkan selalu ada. Tapi, aku benar-benar tak ingat namamu. Maukah kau beritahu aku sekali lagi? Atau mungkin beberapa kali lagi… Hai (lagi) teman, namamu adalaah….. adalah…. adalah…. hmmmm…. siapa namamu? aku lupa. Seperti biasa, … Continue reading

Think Out Loud

Glad to See You

Being a ‘brand/product consultant’ is a tough job, i should say. We have to accommodate clients’ needs and our capabilities. As a partner, indeed we have to try hard to support the clients. Not always by complying their order, but by giving advise the best and most feasible action to do.  Sometimes, being partner to … Continue reading

Fictionary / Think Out Loud

Ngeri

Reff: Bangun pagi (sebelum jam 5). Mandi. Sarapan. Berangkat kerja. Sampai kantor. Kerja jam 9. Pulang jam 6 (paling cepat). Sampai rumah. Mandi. Istirahat. Tidur.  Setiap hari aku demikian. Senin sampai jumat. Macet itu adalah “keharusan”. Kalau tidak macet, maka aneh. 12 tahun sudah aku seperti ini. Entah sampai kapan lagi semua begini. Penghasilanku tak … Continue reading

Fictionary

I think I am in love

Pria pada wanita (1) Ini mungkin akan terdengar murahan atau malah menjijikan. Tapi aku tetap ingin mengatakan ini. Kuharap kau bersedia membacanya. Kau ingat kita pertama kali bertemu? Iya, kita bercanda ria di depan perpustakaan ketika itu, pelarian dari tumpukan tugas. Aku masih biasa saja denganmu ketika itu. Namun, sejak itu kita sering sekelompok tugas … Continue reading