Positivindo

Indonesia Mengajar: Oase di Tengah Gurun Pendidikan Indonesia


Pendidikan adalah alat yang sangat menentukan kemajuan sebuah bangsa. Setelah perang dunia kedua berakhir, Negara Jepang hancur lebur akibat bom atom sekutu. Hal pertama yang ditanyakan oleh Kaisar Jepang adalah berapa banyak guru yang tersisa. Kaisar tahu kalau pendidikan sangat penting dan salah satu penunjang utama pendidikan adalah adanya pengajar.

Pendidikan di Indonesia masih jauh dari ideal. Daerah-daerah di luar jawa masih banyak yang tidak terjangkau oleh tenaga pendidik yang layak. Sungguh menyedihkan buat saya. Walaupun begitu, ternyata masih ada harapan untuk mengatasi masalah tersebut. Saat ini di Indonesia, ada satu gerakan yang menurut saya sangat luar biasa dan memberikan harapan bagi anak-anak di Indonesia. Gerakan Indonesia Mengajar adalah sebuah program yang mengajak sarjana-sarjana terbaik di Indonesia untuk menjadi guru Sekolah Dasar di pelosok-pelosok Indonesia selama 1 tahun. Gerakan ini memang bukan bertujuan untuk menyelesaikan seluruh masalah pendidikan di Indonesia, tapi dengan adanya Indonesia Mengajar, berarti ada tambahan guru-guru yang berkualitas di daerah pelosok. Indonesia Mengajar yakin kalau pendidikan adalah gerakan mencerdaskan bangsa yang harus melibatkan semua orang. Ini didasarkan pada keyakinan bahwa mendidik adalah tugas setiap orang terdidik.

Ide awal gerakan ini berasal dari cendekiawan muda, Anies Baswedan. Anies Baswedan terinspirasi dari pengalaman-pengalamannya selama ini sehingga ia punya kepedulian yang begitu besar terhadap pendidikan di Indonesia. Salah satu sumber inspirasi awal gerakan ini adalah program Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) yang dibuat oleh mantan rektor Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr. Koesnadi Hardhasoemantri (Pak Koes) pada tahun 1950-an ketika Pak Koes masih mahasiswa. PTM adalah sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa dengan cara mengirim mahasiswa UGM ke daerah-daerah tersebut. Selain itu, selepas dari UGM, Bapak Anies Baswedan melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Bapak Anies Baswedan memahami bahwa anak-anak di Indonesia perlu kompetensi kelas dunia dan pemahaman akar rumput. Menurutnya, dengan kompetensi global, Indonesia akan sanggup bersaing di tingkat dunia, dan dengan pemahaman akar rumput, Indonesia akan sanggup berpijak dan mengabdi bagi kepentingan nasionalnya demi memenuhi semua janji kemerdekaan bagi rakyatnya.

Buat saya, ide ini luar biasa sekali. Bayangkan, saat ini banyak yang merasa salah satu masalah besar pendidikan di Indonesia adalah kekurangan guru di luar Jawa, dan sekarang, ada sebuah gerakan yang menyediakan guru-guru yang berkualitas untuk mengajar di pelosok-pelosok. Ini berarti masih ada harapan untuk pendidikan Indonesia. Kita akan melihat hasilnya beberapa tahun ke depan, ada anak-anak daerah pelosok, yang mungkin namanya kita ragu ada di peta atau tidak, akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Wow! Buat saya, mulia sekali program ini. Kebetulan, salah seorang teman yang terpilih menjadi salah satu pengajar di Indonesia Mengajar untuk wilayah Paser, Kalimantan Timur, ini adalah link salah satu tulisan di blog miliknya. Mungkin bisa sedikit menggambarkan perasaan dan pengalaman Pengajar Muda di Indonesia Mengajar ini.

Motto Indonesia Mengajar adalah:

“Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”

Ini adalah salah satu contoh langkah nyata dari SEORANG ANAK MUDA untuk membuat Indonesia yang lebih baik di masa depan. So, sebagai anak muda juga, mari kita bertindak nyata untuk Indonesia lebih baik. Mulailah dari yang kecil tapi nyata daripada berusaha membuat hal besar tapi hanya dalam angan-angan.

-Wednesday, March 2, 2011 at 6:44pm-

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s