Reflection

UI Bukan UI (Renungan Atas Aksi “Anak UI” 29-09-2010)

Apa yang membedakan “ui” pertama dan “UI” yang kedua? Ya, secara eksplisit hurufnya, yang satu menggunakan huruf kecil, sementara lainnya huruf besar. Tapi, apakah hanya itu?

Sesuai dengan subtitle yang saya buat, tulisan ini akan berbicara tentang aksi yang dilakukan oleh orang-orang yang seakan-akan mewakili suara UI di Goethe Institute tanggal 29 September 2010. Untuk yang belum tahu beritanya, ini beritanya, ”Mahasiswa UI Tolak Pemutaran Q! Film Festival” (Lihat)

Singkatnya, beberapa mahasiswa UI (SALAM UI) melakukan demo menolak Q! Film Festival dan menggunakan jaket almamater UI. Hal ini menjadi heboh (paling tidak di twitter) karena ternyata tidak semua mahasiswa UI setuju dengan demo tersebut, dan merasa para pendemo tersebut dapat mencoreng nama UI, seakan-akan kebanyakan anak UI tidak setuju dengan festival film tersebut.

Sebenarnya kehebohan karena ada beberapa mahasiswa UI berdemo seperti ini bukan kali pertama dalam 4 tahun terakhir. Masih tahun ini, pada bulan Maret, Sri Mulyani dihadang saat akan masuk ke UI oleh sebagian mahasiswa UI (FAM UI) (Lihat) dan kejadian ini sempat dibahas panjang juga di anakui.com juga. (Lihat)

Dari dua kejadian tersebut, saya melihat SALAM UI melakukan kesalahan yang sama dengan yang dilakukan oleh FAM UI. Mereka membawa nama UI padahal tidak semua anak UI setuju dengan pendapat mereka. Yang jadi masalah adalah karena masyarakat awam tidak mampu membedakan anak UI yang mana? Yang diketahui masyarakat (termasuk pers) adalah saat jaket kuning turun ke jalan berarti itu mewakili suara anak UI secara keseluruhan. Ini tentunya menjadi masalah yang besar apabila yang disuarakan oleh para pendemo itu ternyata tidak sesuai dengan suara anak UI kebanyakan.

Oleh karena itu, saya berharap untuk anak-anak UI lainnya, organisasi-organisasi di UI supaya bisa lebih bijak sebelum bertindak. Ingat! Kalian akan membawa nama UI dan apapun yang kalian lakukan akan dianggap masyarakat sebagai suara warga UI, jadi hati-hati dalam bertindak dan berpendapat.

Kembali ke pertanyaan awal saya, yang saya maksud dengan ui huruf kecil adalah para pendemo tanggal 29 September 2010 kemarin. Sementara UI huruf besar adalah warga UI secara umum. Jadi, para pendemo kemarin hanyalah versi (kecil) minoritas dari suara UI yang sesungguhnya. Semoga tidak ada lagi aksi-aksi kurang cerdas dari “ui-ui” lainnya.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s