Reflection

Surrender Time

ADA SAATNYA MENYERAH

Bacaan : Yeremia 27

 Yos memukul tengkuk lelaki itu hingga pingsan. Ia terpaksa melakukannya karena pria itu terus meronta dan menyulitkan saat hendak ditolong dalam proses evakuasi di laut. Ketika ia dibuat tak berdaya, Yos bisa merangkul leher pria itu dan berenang membawanya ke pantai.

Bacaan hari ini secara mencengangkan menceritakan bahwa ada saat untuk menyerah, untuk menaklukkan diri kepada orang yang mungkin bukan sahabat kita, bahkan merupakan musuh yang akan mengambil hak kita. Tentu sepanjang hal itu dikehendaki Tuhan. Gandar kayu di tengkuk Yeremia adalah gambarannya. Yeremia diminta memberi tahu raja-raja tetangga bahwa seluruh negeri telah diserahkan ke tangan Nebukadnezar, raja Babel, dan mereka harus takluk kepadanya agar tidak mati oleh pedang, kelaparan, penyakit. Ini pun berlaku bagi Yehuda yang saat itu diperintah Raja Zedekia. Ini perintah yang sulit dan tak menyenangkan untuk dilakukan, terutama oleh bangsa yang “tegar tengkuk”.

Mungkin ada saat kita bertanya; mengapa Tuhan menaruh kita di posisi tidak berdaya, mengapa Tuhan seolah-olah melukai ego kita dan tidak membiarkan kita bangkit. Belajar dari kisah evakuasi laut yang dilakukan Yos, ada saatnya ketidakberdayaan itu membantu proses kita diselamatkan dari bahaya yang lebih besar. Sayangnya dalam lanjutan bacaan ini, kerajaan Yehuda tidak mau menyerah hingga mereka berakhir di ujung pedang dan pembuangan di Babel.

Kita mungkin diizinkan Tuhan untuk tidak berdaya, tetapi bukan berarti Tuhan juga sedang tanpa daya. Jika kita meyakini segala sesuatu tetap dalam kendali Tuhan, kita bisa belajar menyerah pada kehendak Tuhan tanpa takut dan ragu –SL

 TUHAN TIDAK SEDANG TINGGAL DIAM SAAT DIA MEMINTA KITA UNTUK MENYERAH

That is my daily devotional this morning.

As I posted on my Hype-atitis A post, I’m infected Hepatitis A, opnamed a week at hospital, and until now still not allowed go anywhere.

This is the first time in my life, I feel in a powerless state so long. This makes me asking, why? Why am I sick? I have to canceled office outing to Lombok, I become difficult to have permision to join some campus events this month. All stuffs are  s*cks for me. Why should I experience this?

Like answering my question, this morning I’m given opportunity to read the devotional above.

Mungkin ada saat kita bertanya; mengapa Tuhan menaruh kita di posisi tidak berdaya, mengapa Tuhan seolah-olah melukai ego kita dan tidak membiarkan kita bangkit.

That sentence is so me! My Ego for having fun hurts. Feels like, this devotional is made specially for me, isn’t this?

Then, next sentence seems to be answer of my question…

…., ada saatnya ketidakberdayaan itu membantu proses kita diselamatkan dari bahaya yang lebih besar.

This sentence is quite answering my previous questions. God want to save me from a bigger danger. I’m thinking and enlightened that I have force my body and mental without appropriate break, and that must be more dangerous if I continue doing that. I can’t imagine if I’m not stopped now, what more dangerous disease  I will get. Here, I’m also remembered that human is limited, and no need to be powerless first to be aware of it.

So, not every time powerless is a bad thing, but can be something that save us from bigger danger.

Advertisements

One thought on “Surrender Time

  1. Sometimes in difficult times we find it’s hard to understand His will. I’m grateful He spoke to u clearly through His Words. Thanks for sharing. A nice one, very insightful indeed. 🙂

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s