Reflection

I Have a Dream

taken from youbulksmart.com

Mimpi… adalah kunci untuk kita menaklukan dunia

Menurut gua, punya mimpi itu sangat penting dalam hidup. Saat kita punya mimpi, kita tahu apa yang kita kejar dalam hidup kita, dan memberikan motivasi kita untuk tetap hidup. Martin Luther King dulu punya mimpi untuk melihat Amerika Serikat dipimpin oleh orang kulit hitam untuk buktikan kalau diskriminasi itu ga seharusnya dilakukan, sekarang, terbukti, Barrack Obama adalah pemimpin Amerika yang berkulit hitam. Mimpi dia tetap hidup walaupun pemimpinya telah tidak ada. Wright bersaudara punya mimpi untuk terbang, mereka simpan mimpi itu walaupun mereka gagal berkali-kali. Sekarang desain pesawat mereka adalah dasar bagi pesawat modern.

Mimpi itu punya kekuatan yang sangat besar.

Kadang, mempunyai mimpi adalah hal yang tidak terlalu sulit, yang sulit adalah mempertahankannya. Yup, mempertahankan mimpi. Sering kali kita gagal mempertahankan mimpi kita. Kita mengubur mimpi kita di tengah usaha mewujudkan mimpi kita.

Tadi pagi gua kotbah di gereja gua ngomongin ada 2 hal yang sering membuat kita mengubur mimpi kita. (gua bikin versi umumnya ya)

1. Kita sering kali ga sabar dalam mewujudkan mimpi kita. Ada waktu untuk mewujudkan mimpi kita, nah kadang kita lupa ini dan maunya instan aja. Saat kita merasa terlalu lama nunggu waktu untuk mewujudkan mimpi kita, kita akhirnya nyerah dan mengubur mimpi-mimpi kita. Ini seakan mendukung ungkapan yang terkenal: “Segala sesuatu indah pada waktunya”. Jadi kita mesti sabar kalau memang saat ini belum punya kesempatan buat mewujudkan mimpi kita atau belum melihat tanda-tanda kalau mimpi kita akan segera terwujud. Ini sangat mengena di gua. Saat ini mungkin gua belum bisa ngewujudin mimpi-mimpi gua, tapi gua percaya akan datang waktunya gua dapat kesempatan mewujudkan mimpi-mimpi gua. Pasti dateng.

2. Yang kedua, kita suka salah dalam mengartikan kegagalan dalam usaha kita meraih mimpi tersebut. Saat kita gagal, kita langsung berpikir kalau mimpi kita sudah berakhir dan tidak perlu dikejar lagi. Banyak cerita tentang ini, tapi gua coba pake contoh yang menurut gua cukup simpel. Misalnya: Ada dua orang yang punya cita-cita melanjutkan sekolah ke luar negeri. Kedua orang itu mencoba seleksi beasiswa ke luar negeri. Ternyata keduanya gagal dalam seleksi beasiswa untuk ke luar negeri. Orang yang pertama itu mengubur mimpinya untuk ke luar negeri dan menganggap mimpinya tidak mungkin digapai lagi. Orang yang kedua tetap menyimpan mimpinya untuk ke luar negeri tersebut. Suatu hari, dia ternyata mencoba seleksi beasiswa lainnya dan akhirnya berhasil. Mimpinya berhasil kan akhirnya? Coba dulu dia ikut orang pertama yang ngubur mimpinya, pasti dia ga jadi dapetin mimpinya. Kegagalan dalam percobaan meraih mimpi itu belum tentu tanda bahwa kita harus mengubur mimpi kita. Selama masih ada kesempatan untuk mencoba lagi, berarti masih ada kemungkinan kita meraih mimpi itu.

Sekali lagi, mempunyai mimpi adalah hal yang penting. Menjaga mimpi juga lebih penting supaya saat ditanya oleh orang lain, kita tetap dapat menjawab dengan tegas kalau

I have a dream

Advertisements

One thought on “I Have a Dream

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s