Fictionary

Tik Tik Tik Bunyi Hujan

Hujan

Lagi-lagi hujan turun di desa ini. Sudah 2 minggu aku di desa ini untuk mengambil data skripsiku.Sebelumnya, aku tak pernah suka dengan hujan.

Aku, yang menghabiskan sepanjang umurku di ibu kota, selalu mengaitkan hujan dengan macet, banjir, dan suara bising klakson kendaraan. Sungguh tidak menyenangkan hujan itu. Tak pernah aku senang dengan hujan di kota.

Akan tetapi desa ini mengubah pandanganku terhadap hujan. Hujan di desa ini sangat disukai karena dapat membantu untuk menyiram tanaman. Tak ada suara yang mengganggu suara hujan dan petir membuatku sadar, suara hujan adalah simfoni alam yang sangat indah! Musik yang lebih indah dari musik-musik yang sering kudengar lewat Ipodku. Keadaan yang sangat berbeda dengan di kota.

Desa ini telah membuatku jatuh cinta pada hujan. Sebuah karya alam yang maha indah, menjadi makanan jiwa yang lapar akan ketenangan. Wah, hujan sudah berhenti. Tapi hujan memberikanku janji untuk kembali yang dia sampaikan lewat pelangi.

Kuharap hujan terus datang disisa hariku di desa ini, menghibur jiwaku yang jengah dengan lampu kota dan bisingnya klakson lewat setiap nada dalam melodinya.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s