Fictionary

Aku Kangen Kamu, Kasihku!

Kutatap mata mungilmu ketika kamu masih berusia 1 tahun. Sungguh lucu, menentramkan. Setelah itu, aku menemukanmu dalam seragam TK pertamamu. Kamu begitu lucu menggemaskan. Pipimu yang seperti bola itu tak ada tandingannya. Ah, kamu sudah kelas 3, tinggimu cepat sekali bertambah. Dengan seragam olahraga itu, kamu kelihatan begitu enerjik dan ceria. Tak terasa, sudah perpisahan kelas enam. Kamu menangis di samping Ani, sahabatmu karena kalian akan melanjutkan ke SMP yang berbeda. Tak lama, ternyata kamu sudah memakai seragam putih biru SMP. Kamu mulai tampak dewasa, cantik. Badanmu menjadi jauh lebih kurus dibanding saat TK dulu. 3 tahun berlalu, dan kamu masuk SMA. Kamu menjadi remaja yang cantik, ceria, dan cerdas. Aku melihat kamu di hari-hari awal SMA kita, kita berdua sering sekali berdebat panjang. Saat perpisahan SMA, kita belum akur. Aku ingat mengkritik baju yang kamu pakai saat prom night kita.

Sungguh tak disangka ternyata kita bisa masuk jurusan dan universitas yang sama saat kuliah. Kamu ternyata semakin cantik setiap semester, semakin dewasa juga. Waktu yang ditunggupun tiba juga, kamu terlihat sangat cantik dengan togamu. Aku melihat aku menggandeng tanganmu. Oh, ternyata aku juga melihat reaksi kaget dan tidak percaya teman-teman SMA kita. Waktu memang cepat berlalu, kitapun menikah. Pernikahanku denganmu adalah anugrah yang terindah yang pernah kudapatkan dalam hidupku. Hidupku menjadi jauh lebih bermakna saat engkau melengkapinya dengan cintamu. Anak pertama kita, Doni pun lahir. Matanya mirip matamu, tapi hidungnya hidungku. Indah, anak kedua kita, membuat kebahagiaan kita sempurna.

Tapi semua ternyata tidak sesempurna itu. Aku menemukanmu dengan berbagai peralatan medis yang menopang kehidupanmu. Air mataku tak tertahankan untuk menetes. Kamu yang sudah melengkapi hidupku kini hanya bisa terkapar karena tumor ganas di hatimu sementara aku tak mampu berbuat apapun selain berdoa untukmu. Hari yang paling tak kuinginkan akhirnya datang, aku harus menatap engkau diam membisu dan tak akan pernah kembali. Aku tak bisa lagi menatap senyum manismu yang membuat aku kuat saat aku bermasalah. Akupun hanya bisa berdoa supaya engkau tenang di alam sana.

Mata tuaku yang sudah rabun ini kembali berlinang air mata saat kubolak-balik album fotomu yang menggambarkan lengkap riwayat hidupmu dari kecil hingga hari-hari terakhirmu. Hari ini tepat 1 tahun aku kehilangan tatapan matamu yang menentramkan itu. Kini yang bisa kulihat hanya engkau dalam bingkai foto.

Ditengah kerinduanku yang memuncak itu, aku menemukan surat cinta terakhirmu sebelum kamu pergi. Singkat, tapi membuatku tidak menyesal sedikitpun menjadikan kamu orang yang pertama ketika aku membuka mata.

Sayang, aku tahu aku ga akan lama lagi bisa menemanimu, maafkan aku ya. Sebelum aku pergi, aku ingin bilang, kamu adalah cinta, sayang, dan hidupku yang pertama dan terakhir untuk aku. Kamu menjadi satu-satunya orang yang sangat mampu menerima aku, bahkan kadang lebih dari orang tuaku. Aku sayang kamu sangat. Sayang, cuma 1 alasanku memilih kamu untuk jadi kekasihku, karena aku tahu, aku ga bisa hidup tanpa kamu. Kelihatan picisan memang, tapi begitulah adanya. Kuharap nanti setelah aku pergi, jangan biarkan diri kamu sedih terus. Kalau kamu kangen aku, lihatlah album fotoku, bacalah suratku. Kalau kamu sedih, nanti aku juga sedih. Jadi please tetaplah ceria dan semangat seperti kamu yang aku kenal dari pertama kita ketemu. Selamat tinggal sayang. Sampai jumpa lagi di surga nanti. Aku akan tetap sayang kamu. Cintaku tak akan mati bersama ragaku yang mati. Love you Honey.

Sayang, tak ada kata yang mampu kuucapkan lagi saat ini. Aku hanya mau bilang, AKU KANGEN KAMU, KASIHKU!

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s