Reflection

Gua Manusia Paling Malang (?)

Aduh, masalah gua berat banget sih! Masalah gua pasti paling berat di dunia!

Masalah itu emang sesuatu yang pasti ada di dalem hidup kita. Ada orang yang ga punya masalah? Ga ada. Cuma orang mati yang ga punya masalah. Tapi kadang kita merasa masalah kita itu masalah yang paling berat di dunia. Kita merasa kita ini adalah orang paling malang di dunia. Bener ga sih masalah kita masalah yang paling berat di dunia?

Mungkin iya, tapi lebih mungkin nggak.

Seberapa berat masalah kita itu sebenernya sangat relatif. Beberapa waktu yang lalu, gua ngobrol ama temen gua. Dari awal ngobrol-ngobrol yang santai-santai sampai akhirnya kita saling cerita kisah hidup kita yang lebih dalam. Setelah cerita-cerita ama dia, gua nangkep kalau ternyata masalah gua ga ada apa-apanya dibanding dia. Gua merasa masalah dia jauh lebih berat dibanding yang gua alami. Anehnya, dia juga merasa kalau masalah gua justru lebih berat dari dia. Loh kok?

Dari ngobrol-ngobrol itu, gua dapet dua insight tentang cara kita mandang masalah:

1. Kalau kita merasa masalah kita paling berat di dunia, mungkin karena kita masih kurang sharing sama orang lain, jadi kita ga punya pembanding, seberat apa yang kita alami, dan seberat apa yang orang lain alami. Waktu kita sharing sama orang lain, kita jadi bisa liat, ternyata bukan cuma kita orang paling malang di dunia, tapi temen2 kita juga punya masalah, yang kadang bahkan keliatan lebih berat dari kita. Makanya, jangan selalu melihat orang yang terlihat “lebih beruntung” dari kita, tapi coba liat juga apa yang orang lain itu hadapi sehari-hari.

2. Tiap orang punya bagian masalahnya sendiri-sendiri. Waktu kita liat masalah orang lain lebih berat dari masalah kita, mungkin saja justru sebaliknya, orang lain melihat masalah kita lebih berat. Gua percaya waktu kita dikasih masalah, sebenernya kita juga uda dipersiapkan dengan segala macam pikiran untuk solusi masalah kita secara spesifik, makanya masalah yang dihadapi tiap orang akan beda-beda sesuai dengan kemampuannya dan kesiapannya.

Dari 2 insight itu, gua jadi mikir untuk berusaha bersyukur ama masalah apapun yang gua hadapi dan ga selalu merasa kalau masalah gua itu paling berat. Saat gua mikir masalah gua paling berat, berarti gua perlu sharing dan liat lebih banyak masalah orang lain. Dengan sharing masalah, maka kita akan punya pandangan yang lebih luas dan lebih bisa bersyukur.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s