Fictionary

Lawan Kata Cinta itu…

Seperti malam-malam sebelumnya, aku duduk di depan laptop berusaha menyelesaikan laporan-laporan hasil riset kantorku, dan kamu duduk di depan televisi sambil sesekali mengambil biskuit di toples yang kini tinggal setengah isinya. Tidak banyak kata diantara kita berdua, hanya sesekali kau bertanya aku kenapa saat aku berteriak karena bingung ingin menulis apa lagi di laporan ini. Akupun hanya menjawab tidak apa-apa, dan kesunyian datang lagi…

Aku tidak ingat sejak kapan kita jadi begini. Seminggu? Ah, tidak, lebih lama. Sebulan mungkin? Tampaknya tiga bulan. Ya, aku ingat, tampaknya tiga bulan. Tidak percaya? Biar aku jabarkan lagi dari awalnya.

Awalnya, 2 tahun lalu kita berpacaran. Ingat? Ah, mungkin kau bahkan tak ingat dimana kita jadian. Setelah 3 bulan berpacaran, kita memutuskan untuk tinggal bersama tanpa menikah. Semua tampak begitu indah, kita menjadi pasangan paling bahagia di dunia sampai akhirnya orang tua kita tahu dan menentang habis-habisan pilihan kita untuk tinggal bersama tanpa menikah. Mereka menganggap kita gila dan tak tahu aturan. Haha. Tapi apa yang kita lakukan? Tetap terus tinggal bersama dan tidak perduli dengan mereka. Durhaka sekali ya kita. Haha. Saat tinggal bersama itu kita makin saling mengenal, mulai dari fisik hingga sifat-sifat.

Setelah 1 tahun berpacaran, kitapun menikah dan membuat orang tua kita sedikit tenang. Haha. Tapi sebenarnya, ternyata untuk kita, menikah bukan sesuatu yang menyenangkan. Memang pada awal-awal pernikahan kita, semua tampak menyenangkan. Hingga akhirnya 3 bulan lalu aku menjadi manajer di kantorku. Kesibukanku sebagai manajerpun membuatku mulai melupakanmu. Benar kan? 3 bulan yang lalu hubungan kita jadi seperti ini.

Seperti ini. Iya, seperti ini. Tidak, kita tidak saling bertengkar, kita tidak saling membenci. Kita saling tidak peduli. Ternyata, lawan kata dari mencintai bukan membenci, tapi tidak punya rasa. Inilah yang kita rasakan saat ini, tawar, saling tidak punya perasaan.

Ah, kenapa aku malah melamun begini, padahal laporanku masih belum selesai.

“Sudah, istirahat dulu. Ini Indomie kari ayam kesukaanmu.” Dirimu mengagetkanku. Lamunanku terlalu dalam ternyata sampai aku ga sadar kamu bergerak dari depan TV. Wah, ternyata kamu masih ingat makanan kesukaanku. Aku tes kamu ah.

“Kamu masih ingat aja makanan kesukaanku. Kamu ingat ga kalau kemarin aku ulang tahun?” 

“Oh, kamu ingat toh kalau kamu ulang tahun kemarin. Kamu pasti belum buka voice notes BBM yang aku kirim kemarin malam makanya nanya begitu.” 

Voice notes? Coba aku lihat BBku. Astaga! Maafkan aku ya sayang. Aku bahkan tidak sempat buka BBM dari kamu. Eh, tapi memangnya voice notes apa isinya?

“Sayang, selamat ulang tahun ya. Maafkan aku ya, 3 bulan ini jarang nyapa kamu. Maafkan aku ya, 3 bulan ini jarang senyumin kamu. Maafkan aku ya, 3 bulan ini jarang BBM kamu. Maafkan aku ya, 3 bulan ini jarang masakin kamu indomie kari ayam. Tapi aku yakinkan kamu, perasaanku masih sama terhadap kamu. Rasa sayangku padamu masih sama kok seperti waktu kita pertama ketemu. Semoga ulang tahun kamu tahun ini bisa membuat kita makin saling mencintai ya. Sayang, selamat ulang tahun, sukses selalu ya buat kamu! I always love you honey and will always.”

Air mataku tidak tertahan untuk mengalir deras dari mata ini. Terima kasih ya sayang. Aku yang minta maaf. Aku yang terlalu sibuk sayang. Aku yang ga kasih kesempatan kamu untuk nyapa aku, untuk BBM aku. Maafkan aku sayang. Pelukan ini aku harap menjadi tanda kita masih saling mencintai. Mulai sekarang aku mau mengutamakan kamu di atas apapun. Aku yakin saat ini, aku masih sangat mempunyai rasa padamu. Perasaanku padamu adalah lawan kata dari tidak ada rasa, yaitu mencintai…dan akan makin besar ya sayang.

 

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s