Fictionary

Cita-citaku Hanya Masa Lalu Sekarang

Andi cuma bisa pasrah menghadapi kemacetan ibu kota di pagi hari yang tiap hari makin parah. Dari dalam mobilnya, ia mulai membuka situs berita melalui Ipadnya. Ada berita yang menarik perhatiannya. Bukan judulnya, bukan pula isi beritanya, ternyata yang menarik perhatiannya adalah penulis berita itu. Anita Liza. Nama yang begitu familiar untuk Andi. Penulis berita itu ternyata adalah teman kuliah Andi di jurusan jurnalistik UI.

Munculnya nama itu ternyata membawa Andi mengingat dirinya 15 tahun lalu ketika masih kuliah. Ia mengingat sebuah percakapan dengan Anita Liza.

“Tahun depan kita selesai Liz, kamu mau ngapain?”

“Aku akan jadi wartawan Ndi. Kamu gimana?”

“Iya! Aku juga mau jadi wartawan. Itu passionku, impianku, cita-citaku Liz.”

“Tapi sebenernya ga gampang kan Ndi jadi wartawan. Gajinya katanya kecil. Kamu mau kerja kantoran biasa ga Ndi?”

“Nggak! Aku anti kerja kantoran biasa Liz. Itu ga sesuai ama idealismeku. Ga mau aku jadi antek-antek kapitalis.”

“Andi Junaedi… kerja kantoran itu bukan berarti jadi antek kapitalis kali. He he he.”

“Anita Liza…. Kerja di kantor itu kan berarti kita jadi anak buahnya para pengusaha yang hanya mengutamakan uang. Mencari uang demi makin kaya. Itu aja tujuan mereka.”

“Ok lah. Terserah lu aja Ndi. Tapi jujur aku khawatir kalau kerja jadi wartawan mau makan apa. Ah, sudahlah, aku akan tetap mengejar cita-citaku itu walaupun uangnya sedikit.”

“Aku sih ga akan perduli ama uangnya Liz. Yang pasti aku mau jadi wartawan. Gaji besar ga akan bisa beli passionku. Gapapa deh ga makan, yang penting bisa jadi wartawan yang bisa mengungkapkan ketidakadilan di masyarakat.”

“Haish. Gaya lu malih Ndi. Hahaha. Udah ah, aku ke kantin dulu, harus makan sekarang.”

Akhirnya Liza dan Andipun lulus kuliah. Mereka berdua mengejar mimpi mereka dan melamar jadi wartawan di beberapa media. Anita Liza mendapatkan pekerjaan freelance di beberapa media cetak, sementara Andi lebih beruntung dengan jadi wartawan tetap di sebuah koran nasional terkemuka. Ternyata, memang gaji wartawan pemula seperti mereka berdua tidak terlalu besar dan tiap bulan hidup mereka pas-pasan. Sebagai lulusan UI, banyak tawaran pekerjaan kantoran yang datang ke Anita Liza dan Andi. Selama 1 tahun keduanya bertahan tetap bekerja sebagai wartawan. Lizapun akhirnya menjadi wartawan tetap di tempat Andi bekerja. Walaupun banyak tawaran pekerjaan kantoran yang gajinya lebih baik, Liza bertahan sebagai wartawan. Sementara itu, ternyata Andi akhirnya menyerah. Andi akhirnya menerima tawaran bekerja di sebuah perusahaan multinasional sebagai karyawan kantoran.

“Aku cuma mau bekerja di sini sementara. Setelah aku punya cukup uang, aku akan kembali jadi wartawan.” Jawab Andi ketika ditanya mengapa akhirnya ia “melanggar” idealismenya.

Tahun-tahunpun berlalu, Andi tampaknya sudah lupa dengan passionnya, impiannya, cita-citanya untuk jadi wartawan. Gaji dan fasilitas yang ia terima dari kantornya membuatnya berat untuk melepaskan pekerjaannya sekarang. Suatu ketika, dia bertemu dengan Liza. Liza yang masih bertahan jadi wartawan, bertanya pada Andi apakah dia masih mau jadi wartawan lagi seperti cita-citanya dulu.

“Ga tau deh Liz. Hidup itu butuh uang. Dan jadi wartawan sekarang… ga menghasilkan. Kamu enak, perempuan, ada suami kamu yang bisa biayain. Kalau aku kan laki-laki, kepala keluarga, jadi harus punya uang. Passion ga bisa untuk beli barang, ga bisa untuk makan. Aku harus realistis Liz. Cita-cita jadi wartawan itu hanya masa lalu sekarang ini buatku.”

Tinnnnn!!!!!!! 

Klakson mobil di belakang mobil Andi membuyarkan lamunannya. Andipun harus memajukan mobilnya untuk mengejar waktu supaya tidak telat sampai ke kantor pagi ini, seperti hari-hari sebelumnya dalam 10 tahun lebih. Yang ia pikirkan hanya bagaimana membuat perusahaan tempat ia bekerja makin besar. Cita-citanya jadi wartawan? Hanya masa lalu baginya kini.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s