Fictionary

Surga Sedang Main-Main Denganku

Wah, haltenya kosong. Aku bisa duduk untuk menantikan bis kota yang mengarah ke rumahku. 10 menit aku menunggu, gelombang otakku mulai memerintahkanku untuk gelisah. Akupun berdiri mencoba melihat ke kejauhan, kalau-kalau bis ku sudah ada. Nihil. Yang ada hanya mobil pribadi. Akupun duduk kembali. Datang seorang wanita. Cantik. Rambut panjang terurai, kaos oblong, jeans, dan sepatu kets. Sungguh natural. Aku ingin ajak berkenalan namun otak ini terlalu penuh dgn pertimbangan sehingga tidak jadi-jadi. “gimana kalau dicuekin?” “ah,malu ah” “aduh,kapan lg kenalan ama cewe secantik dia” “nanti aja d,mungkin naik bis yg sama”

“naik bis yg sama” frase optimis ini terus bergaung di kepala. Akhirnya,yang kulakukan hanya sesekali curi-curi pandang padanya sambil sok cool. Dia mulai berdiri, melihat ke kejauhan, ada mobil crv hitam di sana, mendekat, makin dekat, dan akhirnya berhenti di halte, lalu si cantik itu pun naik tanpa sempat kutahu namanya. Damn!

Aku kembali konsentrasi menunggu bisku. Tampaknya hari ini banyak bidadari yang sedang nyasar ke bumi. Lagi-lagi datang seorang wanita cantik. Kali ini dengan rambut sebahu, poninya mempermanis dirinya, pakaian hingga sepatunya tampak formal, mempercantik wajahnya. Ada apa dengan surga hari ini? Kenapa para penghuninya mengungsi ke bumi? Ah, peduli setan. Kali ini aku harus berani berkenalan. Dia duduk dua bangku jaraknya dariku. Aku tidak lagi mencuri pandang, tapi merampok pandang. Untungnya dia tampak tidak sadar (atau tidak peduli). Otak ini belajar dari pengalaman tampaknya, jadi tanpa banyak pertimbangan, aku berdiri, untuk mendekat padanya. Saat kakiku baru 1 langkah, tiba-tiba dia mengangkat telepon dari temannya. Langkahkupun berhenti. Surga sedang bercanda denganku tampaknya hari ini, bidadari kedua yang nyasar itu langsung menyetop taksi yang lewat dan meninggalkanku. Sial!

Sudahlah. Aku bertekad hanya akan berkonsentrasi dengan bisku saja kali ini. Aku melihat jam tanganku, sudah 30 menit aku menunggu di sini. Tumben sekali bis itu lama datangnya. Hei! Apa yang terjadi padaku hari ini? Lagi-lagi datang seorang gadis rambut panjang, wajahnya memang tidak secantik yang pertama atau kedua, tapi tetap saja cantik. Dia duduk tepat di sebelahku. Kali ini tampaknya surga sudah tidak lagi bercanda denganku. Tanpa banyak pikir panjang, aku langsung mengajaknya kenalan.
“Lagi nunggu bis apa mba?”

“Oh, bis 51 yang ke arah Florence. Masnya?”
“Saya nunggu 77, mau ke Lumence mba. Eh iya, saya Keith, boleh tau nama mba?”

“Oh, iya. saya Mona.”

Ah, Mona. Nama yang indah. Aku senang sekali. Aku kenalan dengan cewek cantik hari ini. Obrolan kami terus lanjut dan menyenangkan. Sungguh senang hatiku hari ini. Ini hari terbaik dalam hidupku kurasa (iya, aku tahu, aku berlebihan).

“Eh, bentar, aku mau telpon pacar saya dulu ya.”

JEDARRRRRR!!!!! Petir tengah hari bolong menyambarku sampai aku tak mampu lagi berkata-kata. Surga sungguh-sungguh mempermainkan aku hari ini.

“Wah, itu 77. Aku naik dulu ya. Sampai jumpa.”

Arggghhh!!!!

Baiklah. Aku tidak mau lagi berharap. Tidak akan aku ajak kenalan wanita secantik Song Hye Kyo sekalipun yang datang. Oh, itu bisku datang. Aku berdiri untuk maju menyetop bis itu. Aku merogoh kantong untuk mengambil ongkosku, ups, uangku jatuh. Aku menunduk untuk mengambil uangku dannn… tiba-tiba bis itu melaju kencang dan tidak menungguku lagi.

SIALANNNNNNN…………….

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s