Fictionary / Reflection

Matahari Terbenam

Buatku, matahari paling cantik itu ketika kita bisa melihat dia akan terbenam dari pantai. Warna matahari yang merah merona dihiasi burung-burung yang beterbangan mencari arah pulang membuatnya menjadi begitu indah dan syahdu dilihat.

Gambar matahari terbenam di pantai begitu membuatku terkesan sejak aku kecil. Aku selalu tertegun setiap melihat gambarnya seperti menyiratkan suatu memori yang tak mampu kuingat kembali. Mungkinkah aku adalah nelayan di kehidupan sebelumnya? Ah, aku tidak percaya reinkarnasi, jadi tidak mungkin. Lalu kenapa ya?

Melihat matahari terbenam membuatku tenang, nyaman, dan sekaligus sedih. Sedih karena dengan melihat matahari terbenam, aku jadi ingat aku akan mati. Orang-orang yang kusayangi juga akan mati. Asosiasi keduanya begitu kuat di otakku. Biarlah.

Aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok, tapi kuharap besok aku masih bisa melihat matahari terbenam di pantai ini lagi. Bersamamu.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s