Fictionary

Melawan Ingat

Kenangan. Begitu orang menyebut kisah yang ada antara dia dengan dia yang satu lagi.

Kini, ternyata dia yang satu berharap kisah itu dihapus. Bukan berharap tidak pernah terjadi, tapi ingin supaya tidak teringat lagi.

Ini menjadi hal yang sulit, karena kenangan ternyata adalah kisah yang sangat penuh makna. Gembira, sedih, lucu, bahagia, dan banyak emosi lainnya mengendapkan kisah tersebut.

Dia berpikir kalau hanya dengan menghilangkan ingatannya tentang kenangan maka kesedihannya akan hilang juga. Tampaknya memang begitu. Atau mungkin juga tidak.

Semakin dia melawan ingat, semakin dia mengingat. Rasa sakitpun makin dirasa

Orang bijak menasehatinya:

Tak guna kamu melawan ingatanmu akan kenangan. Itu adalah usaha yang sia-sia. Biarkan ingatan itu tinggal dalam pikiran dan ikhlaskanlah. Dulu aku pernah berusaha keras melawannya, apa yang terjadi? Dia bergeming, dan akupun makin terpuruk. Akhirnya aku hanya diam, mendiamkannya, biarkan dia tinggal, ternyata ada sang waktu yang mengalahkannya. Aku tetap ingat kenangan, tapi rasa sakitnya perlahan hilang dibalut oleh waktu.

Kata-kata orang bijak itu terdengar begitu benar oleh dia. Sayangnya, tidak mudah bagi dia untuk begitu saja mengikhlaskannya. Akan tetapi, sekarang dia sadar dan terus berusaha berhenti melawan ingatan. Kini dia menunggu saat waktu datang dan membalut rasa sakitnya.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s