Fictionary

Aku adalah Aku

“IP kamu semester ini kenapa turun lagi?”

“Ya, emang lagi turun aja pa. Kenapa sih, cuma turun dikit juga.”

“Kamu harusnya contoh Andi, anaknya teman mama itu. Dia bisa dapet beasiswa ke Jerman. IPnya bagus terus. Kamu contoh dia dong.”

“Udah ah. Aku uda kenyang. Mau ke kamar aja.”

 

Selalu begitu. Selalu. Mama selalu punya contoh untuk membanding-bandingkan aku dengan anak temannya yang lain. Dari dulu selalu begitu. Anak temannya mama yang beginilah, sepupu temen papa yang begitulah. SIGH!

Aku anak tunggal, tapi tetap tidak lepas untuk dibanding-bandingkan dengan yang lain. Dari kecil, mama papa selalu punya pembanding dalam hal akademis, non-akademis, dan apapun. Aku tidak pernah sempurna di hadapan mereka. Selalu ada orang yang lebih baik dariku. Kadang aku jadi berpikir, jangan-jangan itu semua hanya bualan papa mamaku saja supaya aku belajar lagi. Apapun, aku sangat tidak suka dibanding-bandingkan.

Aku adalah aku. Bukan dia atau dia. Kenapa harus dibandingkan dengan dia? Dan lebih bencinya lagi, seakan semua yang kulakukan selalu kurang. Aku tidak peduli seberapa hebat orang lain, tapi aku tetap aku. Aku yang punya kemampuan di bagian A, B, C, dan lain-lain, juga kelemahan di A, B, C, dan lain-lain.

Selalu membanding-bandingkan aku dengan orang lain itu menyebalkan ma, pa. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Aku tahu apa yang kusuka, dan aku selalu berusaha melakukan yang terbaik. Kalau aku tidak sebaik yang lain, maafkan aku, tapi tolong, aku tidak suka dibanding-bandingkan. Aku adalah aku.

 

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s