Keren / Reflection

Kami Peduli Mimpimu (Testimoni Kelas Inspirasi 2013 – 1)

31 Januari 2013 – Pengumuman

Kamis malam, jam di laptop gua menunjukkan pukul 8.58 pm. Akhirnya email yang dinantikan itu masuk juga. Bukan. Bukan email kerjaan yang gua tunggu-tunggu malem itu. Malem itu gua nungguin email pengumuman dari @KelasInspirasi apakah gua akan diterima sebagai pengajar atau ga. Jujur deg-degan karena merasa kayaknya yang ikut orangnya keren-keren. Kira-kira gua diterima ga ya?

Email yang masuk itu gua baca dengan seksama, kata per kata. Dan akhirnya… gua membaca kalimat ini:

kelasinspirasi2

Perasaan yang gua rasain pas baca email ini sama persis dengan yang gua rasain pas gua baca koran pengumuman kelulusan SPMB 2006 waktu gua diumumin diterima di Psikologi UI.

Perasaan gua campur aduk senang, deg-degan, excited, mulai bingung. Yes, gua bingung… Gimana gua bisa jelasin kerjaan gua (market research) ke anak-anak itu. Jelasin ke orang gede aja kadang masih susah, apalagi ke anak SD yang masih tahap kongkrit operasional. Tapi excited juga. Menjadi salah satu orang yang akan punya kesempatan buat menceritakan pengalaman gua ke anak-anak supaya mereka jadi punya inspirasi. Suatu hal yang luar biasa dalam pikiran gua. Oya, bonus juga, pas gua cek kelompok gua, ada nama Jubing Kristanto di daftar kelompok gua. Yes, Jubing yang gitaris itu. Yes, Jubing yang main gitarnya sampe London itu. Huaaa….. Excited!

9 Februari 2013 – Briefing day

Ada 4 hal yang gua inget dari briefing ini:

1. Nyanyi Indonesia Raya dengan 600-700an orang profesional yang menurut Pak Anies Baswedan adalah roda kehidupan bangsa ini. Energi dan semangatnya luar biasa. Berasa kalau kita yang di sana waktu itu memang datang dari berbagai macam latar belakang, tapi punya 1 mimpi. Indonesia lebih baik.

2. Kenalan sama temen-temen baru. Kelompok 2! 🙂

IMG00156-20130209-1702

3. Video undangan kelas inspirasi

Gua rasa gua ga perlu cerita apa-apa lagi lah ya. Tonton aja videonya. haha…. Lagunya, gambarnya, kata-katanya….

“Republik ini berdiri atas iuran semua orang”

4. Abis video undangan itu, Pak Anies Baswedan sendiri yang ngomong. 2013-02-09 14.00.34

Ini pertama kali gua liat langsung Pak Anies ngomong di depan umum. Biasanya cuma lewat TV/ youtube. Cara ngomongnya santai, selow, tapi ga bikin ngantuk dan DALEM mamen. Dengerin dia ngomong bikin gua merinding dengan omongannya yang bener-bener memacu semangat berkarya buat Indonesia ini.

Antara 10-19 Februari 2013

Bersama kelompok 2, kami janjian untuk survei ke sekolahnya tanggal 13 Februari. Semua terlihat baik, sampai akhirnya ternyata tanggal 13 februari pagi, kami mendapat kabar mendadak kalau sekolah itu diliburkan hari itu karena ada guru yang meninggal. Sebenernya itu kayak blessing in disguise sih buat gua. Gua berangkat dari rumah dengan keadaan pilek dan pusing, akhirnya gua hari itu bed rest seharian, ga kuat bangun.

Kamipun menjadwalkan kembali untuk survei. Setelah sulit menentukan yang banyakan bisa, akhirnya diputuskan jumatnya. Gua masih sakit jadi ga ikut surveinya.

Kami juga merasa butuh konsolidasi supaya teknis hari H berjalan lancar. Buat gua pribadi, ini cukup melelahkan, walaupun tetap semangat sih. hahaha. Kenapa melelahkan? Karena kita mesti cari jadwal yang bener-bener banyakan bisa dateng buat rapatnya. Gonta-ganti beberapa kali dan akhirnya diputuskan rapatnya senin tanggal 18 Februari.

Keputusan tinggal keputusan. haha. Kita janjian sore di semanggi, sebelum jam ditentukan pada berguguran yang tadinya konfirm bisa. Dari 8 orang yang bilang bisa, akhirnya tinggal 4 orang yang rapat. Gua berusaha maklum karena semuanya orang-orang yang kerja di tempat yang beda-beda dan banyakan terikat dimensi ruang dan waktu kantor, jadi emang susah buat samain jadwal. Perencanaan ini dan itu dibuat.

Gua yakin semua punya kesibukan utama yang mungkin makan pikiran, tapi gua bisa liat keseriusan semuanya buat mikirin apa yang harus dilakukan, gimana membuat yang terbaik untuk hari H. Ada yang bikin A, bikin B, bikin C. Semua cuma demi 1 hal. Mengisi  ruang-ruang otak anak-anak SD di Jakarta dengan keberanian untuk bermimpi. Sebuah bukti, bahwa kepedulian sosial di Indonesia yang katanya makin rendah itu ternyata msaih sangat besar. Semua peduli pada anak-anak bangsa yang belum dikenalnya dengan satu harapan, untuk Indonesia yang lebih baik.

lanjut ke bagian 2

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s