Keren / Reflection

Bangun Mimpi Indonesia! (Testimoni @kelasinspirasi 2013 – 2)

19 Februari 2013

Gua uda bikin draft lesson plan untuk ngajar tanggal 20 Februari dan minta pendapat ke beberapa teman guru SD, karena menurut gua mereka yang lebih ngerti gua mestinya gimana dan ngapain. hehehe.

Akhirnya setelah dapet beberapa komen, yang ada gua tambah bingung karena kayaknya apa yg gua bikin masih jauh deh (walaupun menurut mereka uda bagus di bagian ini dan itu, tapi kalo baca komen detilnya gua berasa masih jauh).

Jujur gua amat sangat deg-degan hari itu. Gua juga kan ada kerjaan paginya. Jadi baru sore gua bisa siap-siapin. Tapi, di tengah deg-degannya gua itu, gua dapet email dari Pak Anies Baswedan langsung! Yes, dari akun emailnya aja sih, ga tau juga siapa yang ngirim, tapi paling nggak, itu atas nama beliau. Di email seorang Anies Baswedan. Can’t help to smile. Dan, seperti biasa, kata-kata Pak Anies selalu menguatkan hati, seperti hati gua yang lagi ketar ketir tadi. (email lengkapnya di sini)

Awalnya, lesson plannya gua bikin dalam bentuk outline, tapi karena mentok, akhirnya gua bikin naskah! Yap, naskah yang isinya rencana kata-kata yang mungkin gua keluarkan tanggal 20.

Setelah ngutak ngutik, akhirnya naskahnya jadi. Dan kewarasan gua kembali, jadilah si naskah itu gua bentuk jadi outline lagi. Oya, dalam plan gua ini, gua jadi ingin bercerita sedikit tentang kisah inspirasi dari Thomas Alva Edison. Yang kepikiran ama gua kalo Alva Edison ya bola lampu. Jadilah malem-malem gua nyari bohlam. Gua ga tau sih itu akan masuk apa ga sama anak-anak, tapi gua coba. hahaha.

Sebelum tidur, mata uda merem, gua masih berusaha latihan dalam bayangan. halah bahasanya. Jadi gua ngebayangin besok akan gimana, tapi sambil merem mau tidur gitu saking khawatirnya besok akan berantakan.

20 Februari 2013 – Hari H!

Ini hari H. Siap ga siap, gua mesti ngajar. Ya, kecuali gua mau pura-pura sakit kayak waktu sekolah gua males upacara (jangan ditiru ya. :p). Oya, gua dapet di SD 03 Pagi Palmerah (gua berharap dapet yang petang sih sebenernya. :p)

Tugas pertama gua ngajar di kelas 3 SD. Gua bener-bener uda lupa waktu gua kelas 3 SD kayak gimana bandelnya. Jadi gua cuma berharap anak-anak itu ga rusuh-rusuh amat lah. hahaha. Kelas pertama, gua masih suka liat contekan naskah yang uda gua print supaya tau apa yang mesti diomongin, dan apa yang belum diomongin. Anak-anak ini tampak baik-baik dan gua menjelaskan pekerjaan gua dengan cara tanya pengalaman mereka dalam hal jual beli. Dan sampai pada kesimpulan bahwa pembuat barang mesti tau kemauan pembeli, makanya dibantu si peneliti pasar untuk tanyain ke para calon pembeli. Gua hanya menjelaskan seperti itu karena takut kalau terlalu detil akan makin membingungkan. Di tengah gua ngomong, ternyata ada yang nangis karena diisengin temennya di belakang. Gua samperin buat nenangin, tau-tau yang depan teriak-teriakan. Huow!!!! Kayak doa Yesus waktu dia mau disalib, gua juga dalam hati ngomong, “kalau boleh, biarlah cawan ini berlalu daripadaku ya Tuhan”. Gua berhasil menamatkan 2 jam pelajaran pertama gua di kelas 3 itu dengan sisa waktu 5 menit karena gua uda ga tau juga mau ngapain lagi sama mereka yang uda rusuh parah. Akhirnya gua inget, waktu gua kecil kayak gimana. Ya, kayak anak-anak yang ngerusuh itu. Dan gua jadi tau betapa sabarnya guru gua ama gua, buktinya gua ga dimutilasi atau disuntik formalin.

Kelas kedua gua kelas 4. Antusiasme kelas ini lebih baik dari kelas 3. Kayaknya ini bagus nih, pikir gua. Terus gua jelasin dengan cara yang sama dengan kelas 3. Tapi emang tetep sih, namanya anak SD tuh susah ya dijaga konsentrasinya. Karena gua 2 jam pelajaran, jadi 60 menit, sementara mereka kayaknya uda mulai lari-larian pas masuk menit 40. Susah banget ngatur mereka, boro ajak serius, ajak main aja ga didengerin. -__- Kepercayaan diri gua terjun bebas setelah ngajar 2 kelas ini. Hahahahaha…

Gua ga nyangka akan sesulit ini sih. Gua terlalu percaya diri kali ya? :p Dalam bayangan gua, anak kecil kalo ketemu orang baru akan lebih diam karena takut-takut. Eh, ini mah ga ada takut-takutnya gitu. Dia mau ribut, ribut aja. Tapi, ya kalo ada yang bilang karma does exist, ya mungkin juga sih. hahaha.. Akhirnya gua ngerasain jadi guru kelas SD dan dapet murid-murid yang sama kayak gua kelakuannya waktu kecil. hahaha

Setelah istirahat, gua dapet kelas 5. Gua berharap kelas 5 ini lebih tenang karena uda lumayan besar. Harapan tinggal harapan saudara-saudara. Kelas ini lebih rusuh dari kelas sebelumnya. Ada beberapa anak yang rusuh banget. Dan di kelas ini, mereka bilang gua cadel. Jadi ga boleh denger gua ngomong ada yang huruf R-nya, pasti ketawa. Mereka jadi ga bisa dengerin gua deh. Padahal gua kan cuma ga mau aja, bukan ga bisa ngomong “R”. Di kelas ini, pada lumayan bandel-bandel sih, ada yang duduk di lantai, ada yang lempar-lemparan. Trus gua meleng dikit, tau-tau uda ada anak yang duduk di deket kaki gua. Ini apaa??? hahaha. Lumayan pengen jambak-jambak rambut sendiri sih di kelas ini. Kalau ada yang mau latihan kesabaran, bisa banget latihan di kelas ini.

Akhirnya sampe juga di kelas terakhir. Kelas 6. Wah, kelas 6 ini kelas paling enak yang gua datengin hari ini. Semua tenang, ga banyak gangguan berarti. Mereka dengerin dengan seksama, beberapa matanya tampak berbinar. Ya, mungkin karena dia paling besar dan gua cuma masuk 1 jam pelajaran kali ya di situ. Ya, enak lah di kelas itu. Mestinya gua masuk situ dulu ya pagi-pagi. hahaha…

Jujur gua ga yakin mereka paham profesi gua (gua nyebutnya ke mereka peneliti pasar, dengan harapan mereka jadi nangkep dikit ini ada hubungannya ama jualan-jualan di pasar). hahaha. Tapi at least, gua coba dan kasih tau kalau pekerjaan itu bukan cuma yang mereka tau aja (umumnya mereka mau jadi dokter, guru, pemain bola, pilot). Dan yang paling penting, gua kasih tau mereka supaya mereka berani ngejar mimpinya, cita-citanya, apapun itu. Kunci mencapai cita-citanya juga gua kasih tau hanya dengan pendidikan setinggi-tingginya dan tentunya 4 nilai kesuksesan: kerja keras, pantang menyerah, jujur, dan mandiri. Semoga itu tertanam di mereka.

Rencana kami closing gabungan antara SD 01, 03, dan 05 karena kami sebenernya 1 gedung, cuma beda lantai. Closingnya adalah kita nyanyi bareng-bareng dengan diiringi Mas Jubing main gitar. Closingnya… ya, relatif lancar lah walaupun gua sempet bingung kenapa lagunya yang dinyanyiin bisa jadi beda gitu liriknya. hahaha. Tapi anak-anak tampak senang dan semangat.

2013-02-20-11-37-03
Mas Jubing lagi siapin gitarnya
Anak-anak bernyanyi bersama
Anak-anak bernyanyi bersama

Selesai closing, kalau kami yang SD 03 inisiatif membuatkan mereka jemuran cita-cita. Jadi kita minta mereka tuliskan cita-cita mereka di post it dan kita gantungkan di depan kelas mereka, jadi mereka bisa liat lagi, ingat dan mengejar cita-cita mereka terus.

2013-02-20-13-26-51

Jemuran Cita-cita

Bagian paling lucu dari hari ini adalah semua pengajar jadi kayak artis sehari (kecuali mas Jubing yang memang artis). Anak-anak itu pada minta tanda tangan, nomor hp, akun Facebook, Twitter. Hahaha. Tadi gua baca twitter malem ini, beberapa temen uda di follow di twitter, ada juga yang uda disms muridnya. Gua belum nih. Gapapa lah, yang penting bukan gua yang diingat, tapi apa yang gua omongin. #tsaah #gayaluyan

Pengalaman kelas inspirasi ini mengubah pandangan gua terhadap guru SD. Gua tau ngajar anak kecil susah, tapi gua ga pernah bayangin sesusah hari ini. Gua dan temen-temen lainnya mungkin cuma sehari, tapi guru SDnya kan tiap hari, dan mereka masih hidup. Sakti!

Kelas inspirasi ini juga mestinya bisa kembali meyakinkan Indonesia bahwa Indonesia masih punya kelas menengah ke atas yang peduli akan bangsa ini. Ga cuma peduli ama kerjaannya sendiri. Semua profesional bersedia cuti sehari di tengah kesibukannya yang pastinya padat. Buat apa mereka cuti? Apa dibayar? Apa pasti diliput wartawan? Ga. Semua sadar bahwa mereka ga bisa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun dari kegiatan ini, kecuali satu, pengalaman berharga mengajar dan menyebarkan virus keberanian bermimpi pada anak Indonesia.

Terima kasih buat panitia kelas inspirasi yang udah kasih gua kesempatan ikutan kelas inspirasi tahun ini. Sebuah pengalaman sehari yang tak akan terlupakan. Hari inspirasi tahun ini memang sudah selesai… Tapi, gua percaya pada hati dan pikiran ribuan orang yang terlibat (inspirator, panitia, indonesia mengajar, guru, dan murid) sekarang tertanam sebuah pengalaman yang akan terus bertahan untuk Bangun Mimpi (Anak) Indonesia!

2013-02-21 00.51.48

Advertisements

3 thoughts on “Bangun Mimpi Indonesia! (Testimoni @kelasinspirasi 2013 – 2)

  1. Pingback: Kami Peduli Mimpimu (Testimoni Kelas Inspirasi 2013 – 1) | Soul Caption

  2. Hai Christ,

    It is nice to read your experience! Saya sendiri br mendapatkan email notifikasi dr #kelasinspirasi sesuai rencana, saya akan mengajar salah satu sekolah di Sidoarjo pada 11 November mendatang. Abis baca tulisanmu, lumayan ‘ngeder’ tapi rasanya jadi makin ga sabar haha. Wish me luck :))

    Best Regards,
    Ayu Saraswati

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s