Fictionary

Entah Kapan

Sore ini, 80 tahun yang lalu ibuku (yang kini mayatnya sudah habis digerogoti belatung di perkuburan tanah kusir itu) melahirkan aku. Ternyata hidupku lama juga. Saat muda, aku sempat berpikir aku akan masuk 27 club. Ternyata tidak, malahan aku hidup terlalu lama kurasa. 80 tahun. Haha.

Tidak terlalu banyak hal lagi yang dapat kulakukan dengan badan renta ini. Bahkan, meniup lilin kue ulang tahunpun hanya basa basi, bila aku terlalu serius, bisa-bisa aku tak pernah sempat makan kue itu karena malaikat maut menjemputku. Walaupun begitu, aku sangat menikmati sore ini. duduk di kursi goyang favoritku, menatap matahari yang mulai turun perlahan-lahan. Sungguh aku bersyukur dapat menikmati pemandangan ini di usia ke-80.

Selain rasa syukur yang terbersit, perenunganku membawa aku ke pertanyaan klasik bagi banyak manusia, “Apa yang telah aku lakukan dalam hidupku sampai aku setua ini?” . “Apakah aku sudah melakukan yang harusnya aku lakukan selama ini?”. “Apakah jiwaku yang tua telah cukup terpuaskan dengan apa yang dilakukan ragaku?”. “Apakah pengalaman hidupku memang sepadan dengan umurku?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang mengitari otakku sore ke 29200 sekianku. Aku mulai berpikir, sebenarnya apakah aku telah melakukan cukup banyak hal saat muda dan produktif?

Pertanyaan terakhir membuat mataku seakan melihat hologram kejadian di masa-masa itu. Aku melihat diriku muda, kuat, produktif, semangat. Aku melakukan pekerjaanku di kantor dengan baik, semua kulakukan dengan sempurna. Semua memujiku sebagai orang yang rajin. Aku jadi orang yang menyenangkan di pekerjaanku. “Bisa diandalkan” adalah nama tengahku saat itu. Aku senang dengan itu. Saat teman-teman lain memilih untuk mencari hiburan dengan travelling, terlibat dalam acara-acara sosial, menonton teater, dan hobi-hobi lainnya, aku lebih memilih untuk bekerja. Tentu aku berlibur sesekali, tapi bukan liburan yang jauh dan lama biasanya. Hanya 2-3 hari paling lama. Bukan, aku bukan tidak ingin melakukan itu, tapi aku merasa tidak mampu melakukan itu, bukan secara finansial, tapi aku merasa aku terlalu sibuk untuk melakukan semua itu. Aku selalu berkata pada diriku dan teman-temanku, aku ingin ke pulau ini untuk berlibur, aku ingin mengajar anak-anak jalanan, aku ingin berolahraga untuk menjaga kesehatanku, aku ingin belajar alat musik ini, aku ingin bertemu si A, aku ingin melakukan banyak hal, tapi semuanya hanya berakhir dengan 2 kata, “entah kapan”.

Ya. 2 kata itu sangat terngiang jelas dalam otakku. Banyak hal yang ingin kulakukan akhirnya gagal karena aku merasa tidak memiliki waktu untuk melakukan itu. Akhirnya aku selalu menyerah pada pemikiran tersebut dan berkata, “Entah kapan”.

Beruntung, aku bertemu dengan istriku (saat ini tangannya sedang kugenggam). Dia adalah orang yang sangat impulsif dalam bertindak. Dia selalu menarikku untuk ikut serta dalam segala kegiatan yang dia lakukan. AKhirnya aku sebagai orang yang sangat teratur dan workaholic mulai menikmati hal-hal lain di luar pekerjaanku. Aku mulai berani mencoba melakukan banyak hal, dan aku menyukainya. Aku ingat saat kami baru kenal 1 bulan, dia dengan nekatnya (dia bawahanku saat itu) memaksaku untuk ikut dia ke Jogja saat weekend. Dia bilang, dia sudah membelikanku tiket kereta api PP. Akupun tidak dapat menolak saat itu walaupun cukup kesal, tapi perjalanan itu membuatku paham apa yang diirasakan teman-temanku selama ini. Selanjutnya, dia tidak perlu memaksaku lagi untuk melakukan banyak hal lain di luar kerjaanku. Sungguh, aku tak banyak lagi bertanya entah kapan. Saat aku ingin lakukan, dan ada sedikit kesempatan, itulah waktu yang cocok.

Matahari telah pergi, dan istriku tertidur di pundakku. Aku bersyukur lagi bahwa aku telah sempat melakukan banyak hal sebelum aku meninggal (yang mungkin takkan lama lagi). Aku bersyukur telah sempat melakukan banyak hal berguna walaupun mungkin skala kecil karena mengurangi mencari jawaban “entah kapan” dan memulai saat itu juga.

Think big, Start small, Act now – Anies Baswedan

 

 

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s