Keren

Pesona Gerakan Kertas – Review dari Odyssey oleh The Paper Cinema

Memanfaatkan kertas untuk menjadi media utama pertunjukan. Yak, mungkin pertunjukan animasi yang langsung kebayang, tapi animasi seperti apa?

Kemarin gua pertama kali nonton sebuah pertunjukan dengan media utamanya adalah kertas. Pentas Odyssey dari The Paper Cinema Inggris. Pas beli tiket gua jujur ga tau itu akan kayak apa dan gimana. Gua ga pernah baca tentang Odyssey, dan ga tau juga siapa itu The Paper Cinema. Gua mau nonton karena dari Inggris aja. haha.

Sebelum pertunjukan sebenarnya dimulai, penonton yang sudah di dalem gedung dikasih sajian pembuka (appetizer) dengan memamerkan setting panggungnya, dimana beberapa alat musik dibariskan di panggung, ada juga proyektor dan layar, dan juga ada beberapa kain seperti menjadi pilar. Ini memancing gua untuk mengira-ngira mereka mau ngapain ya? Trus, appetizer yang ga kalah penting juga adalah suara desir air yang bikin suasana jadi kayak di pantai. Menarik. Penonton dipancing untuk berpikir, menebak-nebak, mencari tahu apa yang akan dilakukan. Dan akhirnya menjadi tidak sabar untuk menonton pertunjukan utamanya. Dari beberapa pertunjukan teater yang gua tonton, belum banyak yang melakukan ini, masih banyak yang belum memikirkan pentingnya juga membangun mood penonton untuk menonton pertunjukannya.

Sekitar jam 8 lewat 10, lampu bangku penonton dimatikan, announcer membacakan beberapa keterangan, dan pertunjukanpun dimulai. Musik dimulai, trus seorang pria berjenggot mulai menggambar di meja dan langsung muncul di layar. Awalnya, ya, cuma menggambar biasa dan muncul di layar, tapi tiba-tiba muncul tulisan seakan informasi karakter yang sedang digambar oleh pria itu. Jadi kelihatan seperti character introduction kalau kita menonton film. Tulisan itu ternyata dari gerakan kertas oleh wanita yang duduk dekat sejenis lampu. Whoaaa…. itu reaksi gua dalam hati. Butuh ketepatan yang luar biasa untuk melakukan itu. Waktu dan lokasi. Gua ga menyadari adanya kesalahan. Semuanya begitu mulus. Luar biasa! Mereka melakukan itu untuk membuat perkenalan semua tokoh di cerita 1 per 1. Dan semuanya indah. Musik buat tiap karakter juga beda. Menambah kekerenan tampilan visual.

Papercinema1

Setelah selesai dengan menggambar tiap karakter itu, si pria berjenggot pindah jadi duduk dekat wanita yang duduk tadi. Lalu mereka bekerja sama memainkan kertas-kertas di depan alat sejenis lampu yang kemudian memunculkan tampilan visual yang luar biasa buat gua. Gua ga pernah kepikiran bahwa kertas dan proyektor bisa membuat tampilan seindah itu. Apa yang tampil di layar seakan kita menonton karya animasi komputer, bukan hasil gerakan tangan manusia.

Papercinema2

Tampilan visualnya begitu jelas. Gua yang ga paham cerita Odysseypun jadi tetap bisa menikmati. Setiap melodi juga mendukung mood cerita. Bukan hanya melodi, tapi juga ada beberapa sound effects yang membuat pertunjukan visual itu makin seperti nyata. Benar-benar tidak seperti sedang melihat kertas bergerak semata. Gua jadi kayak sedang nonton film kartun atau main video game petualangan. Hal yang luar biasa adalah bagaimana caranya tanpa komunikasi yang jelas mereka dapat mengawinkan suara dan visual dengan apik tanpa membuat penonton menyadari ada keterlambatan dimanapun. Luar biasa deh. Di sesi tanya jawab, mereka lebih merasa itu intuitif aja karena uda sering latihan bareng.

Ada beberapa variasi juga yang menarik buat gua selain hanya gerakan2 kertasnya:

1. Permainan zoom-in dan zoom-out pada beberapa bagian (seperti zoom-in pada jendela kastil untuk menunjukkan apa yang ada di dalamnya) membuat kita seperti tidak hanya menonton pertunjukkan 2 dimensi, tapi jadi 3 dimensi. Keren! Dengan memanfaatkan juga kedalaman selain hanya gerakan kiri-kanan, jadi bikin yang nonton ga bosen.

2. Memanfaatkan bayangan untuk menggambarkan bayangan pikiran seseorang. Dengan melakukan zoom-in ke arah kepala karakter yang sedang berpikir, kemudian cahaya dari karakter itu meredup, selanjutnya muncul bayangan tepat di depan kepalanya sehingga fokus menjadi ke bayangan tersebut. Buat gua ini juga cukup mengejutkan. Bahkan variasi sedetil itupun dipikirkan dan paling penting, dapat dilakukan. Mantap!

3. Variasi lainnya adalah selain menggunakan kertas-kertas yang sudah digunting-gunting, ternyata mereka juga menggunakan buku sebagai properti. Pemanfaatannya mirip dengan pemanfaatan di poin 2, tapi kali ini ada 3 bayangan buku sekaligus yang ditampilkan. Whoaaa….

4. Variasi terakhir yang gua ga paham banget cara bikinnya adalah bikin blur dan random. Mereka menunjukkan kekacauan keadaan dengan membuat visual spiral acak. Gua ga paham cara bikinnya. Dan musik makin mendukung betapa kacaunya keadaan di cerita

Memang pertunjukan sempat monoton dinamikanya di menuju akhir menurut gua. Tidak banyak variasi baru yang muncul lagi. Walaupun begitu tetap gua kagum ama pertunjukan itu, dan 8 dari 10. Keren! Perkawinan musiknya dengan animasinya. Tanpa kode-kode tertentu semua seperti berlangsung otomatis.

Gua ga kebayang lamanya bikin persiapan pertunjukan kayak gitu. Mulai dari bikin storyboardnya, kertas-kertasnya, musiknya, dll. Soalnya detil banget semuanya itu, dan keliatan banget dipersiapkan dengan sangat detil. Pertunjukan ini sekali lagi menunjukan betapa berbagai media itu bisa digunakan menjadi sebuah pertunjukan menarik. Bahkan media yang sebenernya ‘simple’ dan sehari-hari, yaitu kertas. They bring paper to the new level!

Penampilan ditutup dengan akhirnya kertas karakter Odysseus dan istrinya yang tadinya hitam putih aja berubah jadi berwarna lalu lampu disko warna kuning di atas panggung menyala berputar seperti bintang. Lalu tulisan ‘The End’ dimunculkan dengan cara orang mengangkat tulisannya dari belakang layar. Sebuah penutupan yang luar biasa untuk penampilan yang memuaskan buat gua kemarin malam. Penampilan yang mampu membuat gua tidur nyenyak, begitu nyenyak sampai tidur lelap hampir 10 jam. :p

p.s. Oya, sebelum pulang, gua berhasil dapet foto dengan pemain pianonya. Dia manis, semanis melodi-melodi yang dia mainkan di pianonya. 🙂
IMG-20140308-WA0001

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s