Random

Damai

Untuk apa semua berkelahi, bergunjing, memfitnah, merusak, menyakiti… Aneh ya. Padahal damai itu indah. Tawa selalu lebih indah dari tangis atau luka kan? Siapa ingin rusuh, biarlah habis termakan api Siapa ingin rusak, biarlah hancur termakan rayap. Saat damai begitu ingin segera menjumpai dunia, ternyata dunia lebih memilih rusuh dan abai pada damai. Terlalu sekali. … Continue reading

Fictionary

Tetaplah Di Sini (Jawaban Untuk Lagu ‘Dua Sejoli’ – Dewa 19)

Aku tidak mengerti pikiranmu. Jelas-jelas ini masalah besar, tapi dengan mudahnya kau bilang ‘usap air mata’ dan kau akan pastikan ‘semuanya akan baik-baik saja’. Sungguh menyebalkan! Kau membuat air mataku makin deras mengalir. Kau mengerti?! Kurasa tidak. Aku merasa lebih baik dengan memandang langit. Di sana aku melihat harapan. Harapan yang tinggi. Membuatku ingin bisa … Continue reading

Fictionary

Terlambat

Aku belum juga mengenalmu. Padahal, sudah 3 minggu aku melihatmu setiap hari di pojok taman itu. Kau tampak menikmati bukumu setiap sore. Pernah di minggu kedua yang lalu aku ingin mencoba berkenalan denganmu. Tapi ternyata nyaliku hanya sebesar biji sesawi saat itu. Ya, belum ada perkembangan dari biji itu sayangnya. Aku ingin tahu namamu hai … Continue reading

Fictionary

Hanya dari Tatapan

Tatapan seorang perempuan Akhirnya masa itu datang. Masa dimana tatapan mata menjadi lebih bermakna daripada sejuta kata. Tanpa perlu suara atau bahasa, cukup melihat dan kita saling mengerti. Inikah yang disebut oleh manusia sebagai ‘cinta’? Atau aku hanya berlebihan? Pada masa ini, aku tidak mengerti. Sungguh tidak mengerti. Aku tak pernah belajar bahasa tatapan mata, … Continue reading

Random

Surat Rindu

Hei. Kamu sedang apa? Kamu ingat aku? Tiba-tiba kepikiran kamu Sudah lama aku tidak mencumbumu Aku ingin bertemu. Sangat. Dapatkah aku berjumpa denganmu? Pasti bisa. Tapi kapan? Pikiranku kacau akhir-akhir ini Iya, aku tiap hari memikirkan kamu, ingin bertemu denganmu, rindu kamu. Dan juga dia. Continue reading

Think Out Loud

Mengapa Bukan Kolaborasi?

Seperti sore-sore sebelumnya, aku pulang kerja naik kereta jabodetabek. Dan, sama seperti sore-sore sebelumnya juga, seru sekali melihat orang-orang yang segera menyerbu pintu-pintu yang baru terbuka. Sepertinya tidak ada yang tahu bahwa yang harus didahulukan adalah yang turun. Ah, mereka mungkin memang tidak tahu ya. Mungkin…. Semua berebutan. Mementingkan diri sendiri. Hanya demi pantat menempel … Continue reading