Random

Menantang Pagi

Pagi begitu buru-buru datang tampaknya hari ini, menghalau malam yang masih ingin bercanda dengan bumi. Entah apa yang diinginkannya sampai datang cepat sekali hari ini.
Sungguh, aku bukan sahabat baik bagi sang pagi, sebaliknya, aku adalah teman sejati dari malam. Sulit, aku sangat sulit melepas kepergian malam. Aku sedang tak mau melihatmu, pagi. Malam, semoga aku bisa segera bertemu engkau.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s