Think Out Loud

Siapa Punya Bahagia?

Terlihat seorang pria menatap ke mata seorang wanita. Sang wanita juga menatap mata pria itu. Keduanya saling menatap terpaku. Adegan berikutnya, tertawa kecil sambil menunduk. Sungguh seperti remaja baru lahir.
Obrolan terus mengalir sambil diselingi banyak senyum dari keduanya. Raut muka lelah memang terlihat dari keduanya, namun kebahagiaan juga tak tersembunyikan lagi. Melihatnya membuat ingin tersenyum sambil bilang mereka serasi sekali.
Di tengah obrolan mereka, tiba-tiba suara orang-orang di sekeliling mereka makin kencang. Makin kencang. Makin kencang. Mereka berdua berusaha menutup telinga mereka tapi suaranya makin keras.
Entah ada apa hari ini pada semesta, seperti tak senang pada bahagia mereka. Suara belum hilang, orang-orang sekeliling mereka menarik-narik keduanya agar saling menjauh 1 sama lain. Keduanya ingin saling menggapai tangannya, tapi tak mampu. Banyak orang yang tak suka mereka bersama. Banyak orang yang tak suka mereka bahagia.
Kadang seseorang tak punya kuasa terhadap kebahagiaan mereka. Lebih sering, orang harus membuat orang lain bahagia agar dia sendiri jadi menderita. Lebih lagi…. Satu Tuhan tapi berjuta makna bahagia, sungguh sulit menjadi bahagia tanpa menderita.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s