Random

Workaholic

Temaram lampu kota membuat suasana jadi tak seperti biasa. Lelah ini membuatku sangat rindu pada kasur. Aku tahu mungkin supirku juga lelah menunggui aku lembur, tapi aku tidak punya tenaga lagi untuk berempati…

Ini malam ketiga aku lembur hingga lewat tengah malam. Proyek besar ini tidak boleh terlewat karena akan menentukan masa depan pekerjaanku. Semua tim-ku juga kuperas untuk proyek ini. Aku tak peduli apa yang mereka pikirkan terhadap aku, yang penting aku menangkan proyek ini.

Ambisius. Itu kata-kata orang tentang aku. Beberapa yang lain bilang aku gila kerja. Aku tidak begitu peduli. Yang penting aku dapat pengakuan akan hasil kerjaku.

Istri? Anak? Aku punya mereka. Aku bisa mencukupi kebutuhan mereka. Ya, aku memang jarang bertemu mereka akhir-akhir ini. Hm, 3 tahun ini mungkin, sejak aku masuk kantor baruku. Aku sayang mereka kok. Hanya pekerjaanku tidak memungkinkan  untuk sering bertemu mereka saat ini.

Ah, lelah ini membuat pikiran jadi ngelantur. Memang semua hal ada konsekuensinya. Aku ingin sukses di pekerjaan, ya aku harus mengorbankan yang lain. Perusahaan ini sudah membayarku dengan mahal, jadi wajar saja aku bekerja siang,malam, weekend untuk mereka. Wajar kan? Aku yakin tidak ada yang salah.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s