Think Out Loud

Mengapa Bukan Kolaborasi?

Seperti sore-sore sebelumnya, aku pulang kerja naik kereta jabodetabek. Dan, sama seperti sore-sore sebelumnya juga, seru sekali melihat orang-orang yang segera menyerbu pintu-pintu yang baru terbuka. Sepertinya tidak ada yang tahu bahwa yang harus didahulukan adalah yang turun. Ah, mereka mungkin memang tidak tahu ya. Mungkin….
Semua berebutan. Mementingkan diri sendiri. Hanya demi pantat menempel di bangku kereta rela adu cepat dan menyeruduk orang lain. Buatku, itu tidak masuk akal, tapi mungkin otakku terlalu bodoh untuk memahaminya.
Akhirnya aku berdiri di kereta, seperti biasa. Aku jadi berpikir, sepertinya saat ini orang lebih senang berkompetisi daripada berkolaborasi. Padahal, kalau berkolaborasi, kita akan mendapatkan lebih banyak keuntungan karena kita dapat menggabungkan keunggulan-keunggulan kita. Tentunya tujuan kita akan tercapai dengan lebih cepat dan lebih baik. Kompetisi tentunya dibutuhkan supaya kita punya tujuan yang ingin dikejar dan memunculkan adrenalin. Tapi kolaborasi akan membuat tujuan lebih cepat terjadi.
Entahlah, mungkin aku terlalu naif. Mungkin memang harusnya semua dikompetisikan supaya tahu yang terbaik. Aku bingung. Lelah….

image

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s