Fictionary

Tetaplah Di Sini (Jawaban Untuk Lagu ‘Dua Sejoli’ – Dewa 19)

Aku tidak mengerti pikiranmu. Jelas-jelas ini masalah besar, tapi dengan mudahnya kau bilang ‘usap air mata’ dan kau akan pastikan ‘semuanya akan baik-baik saja’. Sungguh menyebalkan! Kau membuat air mataku makin deras mengalir. Kau mengerti?! Kurasa tidak.

Aku merasa lebih baik dengan memandang langit. Di sana aku melihat harapan. Harapan yang tinggi. Membuatku ingin bisa terbang. Ingin melayang. Ingin bebas. Ingin bahagia. Ingin bersamamu. Ingin tetap di sini. Ah, kau benar. Hasrat manusia takkan ada habisnya selama dia di dunia ini.

Lagi-lagi aku tak mengerti dirimu, mengapa kau pilih Adam dan Hawa untuk menggambarkan hubungan kita? Mengapa bukan Romeo Juliet, Sampek Engtay, atau Cinta Rangga? Mengapa?? Sudahlah. Tidak apa-apa, yang penting lagi-lagi kau benar… Aku tercipta untukmu.

**
Tak perlulah kau suruh aku merenung lagi tentang apa maknaku di sini. Aku bukan wanita yang tak tahu kodrat. Aku lebih dari paham seperti apa harusnya bertindak sebagai wanita. Tak usah khawatir akan itu. Pernah kau lihat aku lupa diri sebagai wanita?? Aku rela menjadi bentuk wanita yang kau mau hanya demi kau.

Iya, aku memang mau menjadi sangkar madumu. Jangan khawatir. Hahaha. Aku tetap memegang kelemahanmu, jadi kau akan tetap bertekuk lutut sesekali bila aku mau. Adil kan? Tentunya adil buatku.

Kini aku tak tahu apa memang masalah ini tanda dari Sang Pencipta? Atau aku yang melebih-lebihkan saja. Entahlah, tolong tetap di sini apapun yang terjadi.

image

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s