Random

Damai

Untuk apa semua berkelahi, bergunjing, memfitnah, merusak, menyakiti…
Aneh ya. Padahal damai itu indah. Tawa selalu lebih indah dari tangis atau luka kan?
Siapa ingin rusuh, biarlah habis termakan api
Siapa ingin rusak, biarlah hancur termakan rayap.

Saat damai begitu ingin segera menjumpai dunia, ternyata dunia lebih memilih rusuh dan abai pada damai. Terlalu sekali.

Kubangan sisa hujan kembali datang pada Desember sang penjaga terakhir tiap tahun. Akhirnya damai datang. Dalam sepi dan hening. Manusia tak lagi saling membenci tapi juga tak saling mencinta. Manusia tak lagi saling mengenal, apalagi berinteraksi. Semua hidup sebagai sekrup kecil dari mesin besar penghasil barang dan jasa. Saat itulah damai datang dan rusuh mati terkapar. Damai hanya diam, tak mengerti inikah yang dia mau.

image

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s