Random

Aku Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi

Banyak yang berpikir tentang lusa, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Sementara aku hanya berani berpikir tentang hari ini. Besok hanya terpikir sekilas dan lusapun di luar jangkauan pikiranku.
Penyakit ini tak mengijinkanku mengharap lebih. Hidup hanya hari ini. Besok belum tentu aku masih hidup. Jadi takut aku untuk memikirkan esok hari mau apa atau harus apa.
Bisa bangun pagi adalah mukjizat tiap hari untukku kini. Sekarang ku mengerti bahwa detik bukan hanya pelengkap pada satuan jam atau menit yang lebih penting. Aku jadi menghargai setiap detik dalam sisa hidupku.
Hidup pada mati hanya sejauh kelopak mata atas dan bawah. Sekali tertutup dan mungkin selesai sudah. Aku jadi ingat kutipan Chairil Anwar “Aku ingin hidup seribu tahun lagi”. Aku juga ingin. Andai aku bisa juga…

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s