Reflection

Sesaat Hamba Rehat

Kuharap bentuk lelah ini akan menguap dalam rehat. Aku merasa letih ini jadi hambat bagi pikiran waras (yang pada dasarnya memang sedikit padaku) untuk memberi petunjuk dalam meneruskan langkah.
Aku tidak mengutuk lelah. Hanya membuka cerita bahwa ia jadi hambat saat ini. Bukan salahnya, aku yang memanggilnya keluar dari peraduan. Dia hanya mengikuti apa yang alam kodratkan. Menjadi pengingat bahwa rehat sudah rindu untuk menemani. Jadi biarlah lelah ada untuk saat ini.

Indahnya, selain lelah yang datang kini, aku juga kedatangan bahagia. Bahagia yang cukup untuk hidup. Apa lagi yang dicari? Cemas dan takut pasti ada. Tapi selama bahagia tetap merangkul, mari jalani semua.

Sedih, bahagia, lelah, bugar, cemas, yakin. Semua adalah kenyataan yang pas bila tetap ada dalam porsinya. Melengkapi dalam nyata yang jujur tanpa tipu daya. Hidup akan berjalan terus, rehat sudah tak mampu menahan diri untuk memeluk. Biarlah aku menghamba padanya beberapa saat saja (seperti yang biasa terjadi) untuk mendapatkan kewarasanku (yang tak seberapa itu) kembali.

image

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s