Think Out Loud

Sekilas Rindu

Hari ini tak begitu menyenangkan. Detak jantung terasa makin cepat padahal sedang duduk. Apa yang mengejar, apa yang dikejar. Semua sepertinya sedang buru-buru. Setiap detik ingin muncul segera.
Ingatan beberapa hari yang lalu kembali muncul. Begitu jelas dan segar. Sungguh membawa keinginan untuk kembali. Sangat ingin. Merasakan semua, dinginnya, tingginya, rindangnya, segarnya, semuanya.
Sepertinya jiwa ini memang belum rela beranjak. Jejak kemarin ingin diulang. Butuh waktu lebih lama sepertinya yang mestinya dihabiskan. Sepertinya sejumput impian baru melirik manja minta diperhatikan. Ah, dasar impian muda yang genit. Terus menggoda berharap mendapat yang diinginkan jiwa.
Ternyata begini rasanya naik gunung. Lelah memang sering muncul, tapi tak pernah jadi bintang. Bersyukur terhadap apa yang dilihat,dengar,rasa berhasil mengalahkan lelah yang makin menjadi.
Memang terakhir tak mudah naik gunung itu, tapi tetap, rindu itu ada. Aneh sekali memang. Tapi hidup kan memang aneh. Rindu ini sejadi-jadinya ingin segera dipertemukan lagi dengan gunung. Mandalawangi yang kadang berkabut, berbekas hingga membuat rindu tak mau pergi juga.

Kembali ke hari ini, hari biasa pada tengah tahun. Semua begitu biasa dan hampa. Entah kenapa hari jadi tak semenarik sebelumnya. Makin yakin, jiwa ingin di sana.
Detik mengunci dan membuat waktu. Suatu hari, jiwa akan terpuaskan di sana. Dalam balutan angin yang menjadi dingin dan senyuman edelweis yang merekah. Sebuah janji terucap, menjadi mimpi yang tergantung dan kan diambil segera.

image

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s