Fictionary / Reflection

Empty Nest

Ah, lagu itu lagi yang diputar. Jelas, alasan sekali kalau itu lagu favoritmu sekarang. Apa kau hapal lirik lagu itu lebih dari 2 baris? Bahkan 1 barispun tak sampai. Haha. Dari pertama aku kenal kau, tidak pernah kau suka lagu rock. Suatu hari kau pernah seperti orang gila mencaci maki waktu hampir semua stasiun tv … Continue reading

Fictionary

Memeluk Langit

Ingat tidak waktu kecil, kita sering tiduran di padang rumput ini, tepatnya di dekat pohon oak itu? Oya, di pohon itu kita pernah menulis nama kita berdua. Masih ada loh ternyata ukiran nama kita itu – belakangan aku tahu kalau itu tidak baik karena menyakiti pohon itu, maaf ya pohon. Tak terasa ya, sudah lebih … Continue reading

Think Out Loud

Minal Aidin Walfaidzin

Kalau dipikir-pikir, agama-agama besar di dunia kayaknya mengajarkan bahwa manusia tidak bisa luput dari kesalahan. Salah itu hal yang lumrah terjadi dalam hidupnya manusia. Ada kesalahan pada diri sendiri, salah pada orang lain, alam, binatang, bahkan sampai salah pada Tuhan lewat kata-kataNYA di kitab suci. Jadi, kenapa kita sering menghardik pada orang yang salah? Untungnya … Continue reading

Fictionary / Think Out Loud

Manusia. Ckck

Aku lelah juga. Hari ini aku berlarijalan lebih cepat di kota ini. Matahari tidak menontonku siang ini, mungkin dia sedang sibuk. Banyak hal yang kulihat saat berjalan-jalan sepanjang hari. Kota ini…. makin aneh. Maaf, bukan kotanya, tapi orang-orangnya. Jadi begini ceritanya. Tadi pagi aku mulai berjalan dari sebuah rumah yang bentuknya seperti bola di tempat … Continue reading

Fictionary

Sangat Menyesal

Tersenyum kini tak semudah dulu lagi. Menatap juga sulit sekarang. Apa yang terjadi sebenarnya telah kusadari saat hampir terjadi. Tak sekuat itu ternyata kontrol diri ini melawan semua kehendak tadi. Maka terjadilah dan terjadi. Semua jadi seperti sekarang. Sulit, rumit, pelik. Buruk sekali semua ini. Penyesalan seperti menampar tak terhenti kini. Orang bilang, penyesalan memang … Continue reading

Random

Menunggu Taksi

Di langit, awan gelap sekali. Sepertinya akan segera hujan. Dan kita masih di sini, menunggu taksi pesanan yang tak kunjung datang. Aku berharap taksi lebih lama lagi datangnya. Haha. Obrolan kita banyak sekali. Mulai tentang kampusmu, lalu kampusku. Jurusan kuliahmu, pekerjaanku. Rumahmu, rumahku. Apapun yang mungkin dibicarakan. Aku sih senang sekali, entah denganmu. Kuharap senang … Continue reading