Fictionary

Itu Saja

Kantuk ini tak perlu diusir. Biarlah dia tetap ada. Sayang memang malam akan terlewat. Namun, untuk kali ini ada badan yang perlu dipedulikan. Sesekali tak apa lah.
Kepala sudah terletak di bantal, selimut sudah menutup semua badan. Mata ini juga sudah hampir tak terbuka. Sedetik atau dua detik lagi akan lelap tubuh ini. Mimpi tak sabar lagi menjemput tampaknya.
Esok belum tentu aku bangun, tapi tetap alarm kupasang. Kuharap aku ada esok. Untuk menjumpa engkau. Itu saja.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s