Think Out Loud

Untuk Perpisahan Sekilas Saja

Setelah 2 tahun dari hari nol, akhirnya tiba juga hari itu. Detik dimana kami harus terpisah sementara dari kau. Iya, memang hanya terpisah secara fisik, tapi bukankah fisik adalah tanda adanya kenyataan? Tak hanya kefanaan tak jelas ada atau tiada.
Kami sedih kau pergi. Juga khawatir dan ragu apakah kami mampu ditinggal oleh kau. Tak lupa berharap bahwa kau akan ingat kami. Terlalu banyak rasa yang tak mampu kami ungkap dalam kata. Namun dada ini sesak setiap membayangkan bahwa kami akan terpisah sementara dari kau.
Kini kami menghitung lagi 2 tahun. Akankah ia secepat 2 tahun kemarin? Kuharap iya. Sayangnya aku tak yakin kali ini. Bagaimanapun yang kuharapkan cuma satu, agar kau tahu bahwa jiwa kami akan terus merasa janggal. Janggal karena kau tak tersentuh lagi kini.
Kita terpisah 3 jam kini. Kau merasakan dunia lebih dulu daripada kami. Jangan lupa ceritakan pada kami apa yang dilakukan dunia ini. Ah, sungguh, tak akan habis kata untuk menceritakan rindu ini, padahal belum 1 hari terpisah kita. Erat sekali tampaknya jiwa terpaut, kuharap fisik segera bertemu memuaskan jiwa yang kangen.
Hati-hati di sana, ambillah ilmu sebanyak-banyaknya. Dan tetaplah ingat kami. Untungnya langit kita akan tetap sama dan kuharap setiap kita rindu, kita dapat berkomunikasi lewat langit itu. Terakhir, tetaplah bahagia. Hanya itu yang membuat kami sedikit tenang dan senang. Sampai jumpa di akhir tahun kedua dari sekarang, kuharap sekejap.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s