Fictionary

Kita Pernah Ada

Dulu kita pernah ada, sekarang tidak lagi. Magisnya masa menghapus kita. Menjadikan kita kenangan saja pada masa kini. Membuat kita juga hanya sebuah keraguan pada masa depan.

Lucu ya, padahal dulu, kita seperti selamanya. Kini kita hanya kenangan. Yang ada, hanya aku dan kau, bukanlah kita lagi. Membuyarkan bahagia yang pernah ada. Sesaat sebelum kita hilang, aku dan kau berpikir menghilangkan kita akan membuat bahagia kembali datang. Kau dan aku berpikir kita adalah sumber masalah. Benarkah itu? Saat ini aku berpikir tidak.
Aku hanya merasa lebih baik dari kita sementara. Tak sampai sebulan, aku sudah merindukan kita lagi. Menghela nafas sekali, lalu lagi. Kita memang hanya kenangan bagiku (entah bagi kau), tapi kenangan itu terlalu kuat hingga aku lupa cara melupakan.

Sebenarnya apa yang terjadi kini? Kemana kita yang dulu begitu sempurna? Kemana kita yang dulu tak perlu berucap untuk tahu rasa yang dimiliki? Kemana kita yang dulu saling merangkul erat untuk mengusir dingin? Kemana kita?

Kata ‘pernah’ menjadi menyakitkan saat membahas kita. Sungguh, kita adalah sesuatu yang sangat indah. Benarkah kita sudah tiada sama sekali? Memang tidak pernah lagi ada tanda-tanda kemungkinan kita akan ada lagi. Sedih sekali rasanya.
Aku tak suka bertaruh pada nasib. Aku ingin kita ada lagi. Itu saja. Makanya aku mencoba menghampiri hidupmu lagi. Walaupun kau kini menjadi kalian.

i_want_you_back

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s