Random

Oase

Melihat sekeliling lalu terhenyak karena ternyata kosong. Ini tak seperti biasanya, ada warna dan ada warni. Kini hanya putih warna yang hadir. Ini seperti kabut tebal di kaki gunung.
Hampa itu sepertinya ada di mana-mana, berusaha mengisi sebuah dunia. Hampa tapi mengisi. Sepertinya salah, harusnya hampa berusaha mengosongkan. Intinya masih kosong. Kemana ramai? Sepertinya perlu waktu untuk menjawabnya.
Yang terdengar hanya helaan nafas berat yang menunjukkan betapa inginnya sebuah ramai, paling tidak sebuah ada. Tidak seperti sekarang, yang ada hanya hampa. Terdengar lagi helaan berikutnya, makin berat. Lalu decak mulut tanda keluhan dan ribuan tanya mengapa juga terdengar.
Melihat sekeliling lalu terhenyak, ada sebuah titik terlihat berisi. Ada isi, tak hampa. Mendekati titik itu, mengisi hampa, memenuhi jiwa. Letakkan semua lelah dan menjadi gembira dalm sesaat saja. Inikah rasanya isi? Mengapa hampa dan isi begitu jauh jaraknya? Kicauan burung menghapus sepi dan kosong semesta. Jutaan isi kini meramaikan hidup. Sesaat, dan gembira. Rayakan, dan nikmatilah isi ini. Entah sampai kapan ia ada. Yang pasti hanya sesaat. Tak ada yang abadi di dunia ini. Perjalanan akan menghapus isi waktu hampa datang dan perjalanan juga yang akan menghapus hampa waktu isi datang. Sebuah siklus untuk menanda bahwa hidup masih ada.

taken from nationalgeographic.co.id

taken from nationalgeographic.co.id

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s