Fictionary / Think Out Loud

Manusia. Ckck

Aku lelah juga. Hari ini aku berlarijalan lebih cepat di kota ini. Matahari tidak menontonku siang ini, mungkin dia sedang sibuk. Banyak hal yang kulihat saat berjalan-jalan sepanjang hari. Kota ini…. makin aneh. Maaf, bukan kotanya, tapi orang-orangnya.
Jadi begini ceritanya. Tadi pagi aku mulai berjalan dari sebuah rumah yang bentuknya seperti bola di tempat tertinggi di kota ini. Baru juga mulai jalan, aku sudah melihat hal yang aneh. Penghuni rumah tadi sedang ribut rupanya. Aku bolak balik di depan rumah mereka untuk menguping, eh, mengobservasi maksudku. Setelah beberapa kali bolak-balik, akhirnya aku tahu apa yang mereka ributkan. Ternyata ini soal habisnya kuota internet rumah itu, kalau menurut salah 1 penghuni karena ada 1 orang anak muda laki-laki mendownload video porno terlalu banyak. Penghuni lain jadi mengomel-ngomeli dia, sementara laki-laki tadi juga membantah dia yang menghabiskan kuota internetnya. Pastinya lengkap dengan menyalahkan penghuni yang lain juga. Ah, ada-ada saja. Gara-gara internet habis saja heboh begitu.
Setelah puas menguping, hm, mengobservasi rumah tadi, aku lanjut ke bawah. Di taman ada beberapa anak-anak sekitar usia 7tahunan sedang main sepeda. Sambil main sepeda, 1 orang anak berkata, ‘Aduh, aku pusing ni, mau beli ayam atau sapi ya?’ Wah…. anak ini pasti orang kaya. Hm, tapi tetap saja, kenapa anak kecil mau beli sapi??? Setelah itu, obrolan mereka tampak serius sekali membahas sapi dan ayam. Apa sebenarnya ini?? Setelah bolak-balik mengobservasi anak-anak itu, akhirnya aku tahu ternyata pembahasannya tentang game di tablet. Ah, gila. Kupikir anak ini anak yang sangat-sangat kaya.
Perjalananku masih lanjut, ke jalan raya sekarang. Di sini…. aku agak speechless. Orang-orang ini bukan aneh sih, tapi gila, kurasa. Banyak motor naik ke trotoar. Hebatnya, pengendara-pengendara motor itu marah-marah pada pejalan kaki yang jalan di trotoar. Lalu aku maju sedikit, sampai ke perempatan dengan lampu lalu lintas. Di sana, kendaraan-kendaraan yang ingin belok kanan menunggu lampu merah di depan garis batas, bahkan sudah belok duluan hingga menghalangi kendaraan dari arah sebaliknya. Sadis. Apa ya yang mereka pikirkan?
Ah, orang-orang ini ‘memang beda’. Ckck. Aku tak paham lagi semua ini. Iya, aku memang hanya angin yang sekarang bisa dibuat dengan kipas bila dibutuhkan. Hanya saja, aku sebenarnya rindu juga manusia-manusia dulu yang hidupnya lebih tenteram dan patuh aturan. Manusia-manusia itu dimana ya? Ah, sudahlah. Mungkin aku angin yang terlalu banyak berpikir, lebih baik aku bermain-main saja lagi.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s