Think Out Loud

Minal Aidin Walfaidzin

Kalau dipikir-pikir, agama-agama besar di dunia kayaknya mengajarkan bahwa manusia tidak bisa luput dari kesalahan. Salah itu hal yang lumrah terjadi dalam hidupnya manusia. Ada kesalahan pada diri sendiri, salah pada orang lain, alam, binatang, bahkan sampai salah pada Tuhan lewat kata-kataNYA di kitab suci. Jadi, kenapa kita sering menghardik pada orang yang salah?
Untungnya (selalu ada untungnya kalau di Indonesia), ada konsep lain yang menyempurnakan konsep salah, yaitu konsep maaf. Saat ada kesalahan, kita dapat mulai memperbaikinya dengan bilang maaf. Maaf kadang sangat sulit diungkapkan, tapi kadang juga terlalu mudah diucapkan. Ada saatnya susah sekali mengakui kesalahan dan minta maaf, sementara saat yang lain justru mudah sekali bilang maaf setiap kali membuat salah.
Ah, memang salah dan maaf harus pas dosisnya supaya hidup lebih enak. Jangan sampai salah tapi tidak mau minta maaf. Jangan juga sampai salah terus dan minta maaf terus, sampai akhirnya maaf yang terucap tidak berasa lagi maknanya. Maaf harus tetap menjadi kata yang beda dari kata lain agar tetap mampu menghapus salah yang pasti terjadi tadi.
Semoga maaf-maaf-an tahun ini masih punya kekuatan menghapus salah-salah yang pernah terjadi. Semua kata maaf tidak hanya jadi kata-kata kosong dan basi, tapi tulus untuk menjadi lebih baik. Sekali lagi, mohon maaf lahir batin. Selamat Idul Fitri!

Advertisements

One thought on “Minal Aidin Walfaidzin

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s