Reflection

Ingatlah, Aku Akan Sampai Sana!

Ini mimpiku. Ini anganku. Sebuah impian untuk sampai pada satu tempat, pada satu titik. Sebuah masa akan menjadikannya, itu yang kupercaya. Belum tahu kapan tapi masa itu akan datang. Ini bukan lomba sprint, tapi bukan juga maraton, jadi tak perlu buru-buru sekali, tapi juga tak boleh terlalu lama.
Mimpiku kini, mencapai daratan jauh itu. Begitu jauh sampai langit pagi lebih lambat menyapanya. Bukan daratan tertua di dunia tapi dari daratan itu, cara manusia dunia berkomunikasi diubah. Dari daratan itu juga ditentukan jam berapa matahari mulai terbit, lalu tenggelam, di seluruh dunia kita. Begitu besar peran daratan itu pada dunia ini, bahkan penemuannya membuka jalan awal bagi pertentangan abadi dua sistem dunia hingga kini. Daratan yang begitu magis untukku.
Sebenarnya semua penjelasan di atas hanya jadi pembenaran dari alasan sebenarnya. Aku juga kurang paham apa alasan sebenarnya mengapa daratan itu menjadi seperti kekasih yang rindu, terus memanggil-manggil. Rasanya, aku hanya kenal dia sedikit sekali waktu memutuskan untuk ingin ke sana. Aku jadi berpikir mungkin aku pernah hidup di sana pada kehidupan lalu – bila memang ada reinkarnasi. Sungguh, aku tak punya penjelasan logis mengapa ia jadi begitu menarik bagiku. Mengapa bukan daratan lain? Daratan nenek moyang misalnya.
Ah, tak begitu penting lagi lah alasan sebenarnya sekarang. Yang penting sekarang aku ingin ke sana mencapai apa yang sebaiknya kucapai. Lalu, aku akan menetap di sana. Menjadi bagian daratan itu. Itu lebih penting, bukan? Tujuanku jelas, alasanku juga ‘jelas’. Sekarang tinggal bagaimana supaya aku bisa segera ke sana.
Puluhan rencana sering lewat depan mata. Sayang, masih kadang ya hanya lewat saja itu. Sedih sih, sepertinya banyak sekali kata ‘tapi gimana kalau’ untuk mencapai mimpi ini. Sekarang yang aku ingin adalah meneguhkan dan menenangkan hati, lalu menjelaskan pada diri bahwa semua akan baik saja. Semua harus dimulai bila ingin akhir indah. Dan, waktu yang tepat untuk memulai adalah sekarang juga! Kapan aku sampai sana adalah urusan lain, mulai saja dulu dan selalu ingatlah, aku akan sampai sana! Pada saat yang telah ditentukan itu, aku akan sadar, semua sukar itu ada untuk menjadikan keberhasilan berasa manis.

image

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s