Reflection

Selamat Malam, Gelap

Selamat malam, gelap. Lama tak jumpa ya kita. Kapan terakhir kita ketemu, ingat tidak? Waktu itu…. ah, sebenarnya tidak terlalu lama juga. Hanya sekejap jeda saja ya. Aku ingat waktu itu kau datang begitu bertubi, menutupi terang. Sampai-sampai, saat itu ingin tidur saja dan bangun saat…. tak tahu. haha.
Kini, kau datang lagi. Tak disangka sebenarnya. Dipikir, kau sudah lupa denganku. Menyebalkan sekali dirimu waktu mengaburkan terang. Sadarkah kau? Pastilah kau sadar tapi tidak peduli. Kau selalu begitu kan?
Aku dulu tidak pernah senang waktu kau datang. Hanya saja, ada yang beda sepertinya di kedatanganmu kali ini. Mungkin pendewasaan membuat ada hal lain yang terpampang kini. Ada pemikiran positif juga saat kau datang. Iya, aneh ya gelap tapi positif. Ini semua seperti ilusi.
Kali ini, aku berpikir kau ada gunanya juga, hai gelap. Kau datang sebagai pengingat bahwa terang tak akan ada selalu. Aku harus mencari jalan supaya tak terjebak dalam gelap nantinya. Belajar belok, melompat, atau berlari secepatnya melewati gelap. Kau juga jadi pengingat bahwa untuk masa depan, aku harus melewati terang yang lain, tidak boleh berdiam saja karena merasa sudah cukup dan aman. Seperti kata Macbeth, ‘Rasa aman adalah musuh besar umat manusia’. Bahaya sekali kalau aku tidak diingatkan.
Terima kasih, gelap. Semoga aku bisa lewat yang sekarang, esok, dan seterusnya. Biarlah aku bisa mengingat hal yang kau ingatkan setiap datang.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s