Random

Hilang Kini

Biasanya ada, kini lenyap. Biasanya jelas, kini kabur. Apa yang aku punya lagi? Ternyata walaupun kujaga, semua tetap saja lenyap. Keraguan ini tak boleh menggerogotiku terus. Secepat ia datang secepat itu juga ia harus hilang, supaya semua yang telah tak ada, kembali ada.
Jutaan elegi bergaung pada jiwa yang sedih. Menangisi kehilangan yang besar. Berharap sekali bahwa ada pengembalian untuk semuanya yang telah pergi. Bahkan berharap semua hanya mimpi…. Tinggal bangun dan semua ada lagi. Aku ingin dan berharap.
Sudahlah, semuanya memang harus dijalani. Ada datang, ada pergi. Ada bersama, ada menghilang. Semua itu sudah pasti sepasang. Akan datang pasangannya bila sudah tepat waktunya. Cuma masalah waktu dan yang ada akan jadi tiada. Sebaliknya juga, yang tiada akan ada. Sepasang. Iya, mereka sepasang.
Sebenarnya, apakah masih perlu berharap ada lagi? Ini semua menyebalkan. Ketiadaan begitu terasa menyesakkan. Amat menyesakkan dan sakit. Aku frustasi pada semua ini. Jalanku makin lambat kini, kakiku makin berat. Akhirnya aku jatuh, terpuruk, menunduk. Di sini kah aku menyerah? Ribuan tanya dan ragu itu melayang memberi elegi lagi.
Intinya adalah hilang. Kuharap aku bertemu lagi, bila boleh berharap. Itu cukup. Kau tahu kan apa yang kumaksud?

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s