Think Out Loud

Sahabat

Sahabat… Tak lama dan tak sebentar kita berjumpa. Entah mengapa nyaman kurasa padamu. Semua sisi hidupku, yang terang dan yang gelap, kuungkap bagimu. Dirimu sungguh jadi titik yang makin membesar dan membesar dalam hidupku. Titik yang menyenangkan dan menyegarkan.
Sahabat… Aku sadar aku pernah bodoh dan menjadi salah. Sama sekali bukan maksudku untuk itu. Itu semua hanya bodoh dan lemahku. Sungguh aku tak pernah bermaksud menyakitimu begitu. Semua yang baik saja yang ingin kuberikan. Entah apa yang terjadi waktu itu, akupun tak paham lagi. Kini, hanya maaf, maafkan aku sahabat…. Ku telah sakitimu, maaf.
Sahabat… Titik cerita tentangmu belum selesai. Masih banyak petualangan yang ingin kutempuh bersamamu. Titik akan jadi garis, garis tak putus dari ujung hingga kapanpun. Kuharap maafmu menjadi petanda lembar baru canda tawa, tangis, galau, resah, dan bahagia kita. Biarlah sayang kita membasuh lukamu dan menjadikannya energi baru bagi kita.
Sahabat… Percayalah dan yakinlah, aku akan membayar janji-janjiku dengan bukti. Itu saja. Sahabat, kau tak tergantikan… Semoga kau ada terus di hati ini.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s