Fictionary

Mengarang Rasa

Mengarang itu indah. Termasuk mengarang rasa. Seakan semua nyata dan benar, tapi ternyata hanya karangan. Nihil pada rasa, nihil pada emosi. Semua hanyalah sebuah karangan yang dimanis-maniskan agar terlihat indah selalu….
Semua jadi membingungkan. Apakah nyata atau hanya sebuah karangan. Rancu sangat. Usaha-usaha dilakukan agar mampu membedakan keduanya. Sepertinya sia-sia. Tetap semuanya kabur dan tak terjelaskan. Ada yang ingin membuat jadi tak jelas.
Akibat ada oleh sebab. Sebabnya adalah terbiasa mengarang rasa. Saat ada bilang tak ada, dan saat tak ada bilang ada. Jadi tak terlihat lagi mana yang benar. Ini seperti candu. Sekali mencoba menjadi ingin lagi. Sekali lagi ingin. Lagi dan lagi ingin. Lupa sudah mana nyata mana karangan.
Pada akhirnya semua tampak tak nampak. Apakah nihil atau penuh? Apakah karangan atau nyata? Sesal membawa diri dalam khayal akan mampu memutar waktu ke masa lalu. Ingin sekali berhenti mengarang rasa. Ingin semua hanya nyata. Tak ada palsu yang menutupi kenyataan. Nyata adalah nyata dan palsu tetap palsu. Namun semua hanya khayal. Berdoa hingga mampuspun tak akan dapat mengulang semua. Kini semua harus diperbaiki. Berusaha untuk tetap nyata agar tak ada lagi titik palsu mengarang rasa.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s