Fictionary

Pernah Ada

Taman, mall, atau toko buku? Sisa hari ini memberiku 3 pilihan tadi. Mall dengan mudah tercoret. Toko buku juga sedang menjenuhkan karena sudah 3 kali dalam minggu ini ke sana. Akhirnya taman jadi pilihan utama walaupun cuaca mendung di luar.
Akhirnya sampai di Taman Untung. Taman ini cukup luas dan ada kolam air mancur di tengahnya. Banyak tempat duduk kosong. Aku langsung ke tempat burung-burung berkumpul untuk segera memberikan mereka jatah biskuit yang sudah kusiapkan. Senang melihat mereka makan dengan lahap. Ternyata ada 1 orang lain di sana. Seorang wanita berambut hitam sebahu. Dia mendekat ke tempatku tapi hanya tersenyum dan diam. Ah, sudah untung dia tersenyum. Apa salahnya mencoba menyapa.
“Senang ya liat mereka. Berkumpul begitu. Nama saya Andi, ngomong-ngomong”
“Hahaha. Kamu lucu ya. Nama saya Ren.”
Setelah itu kami bersama-sama memberi makan burungnya. Ren ternyata baru di kota ini. Baru 3 hari tepatnya.
Wah, hujan…. Burung-burung beterbangan. Aku dan Ren juga segera lari ke tempat berteduh di taman itu. Tempat berteduh ini kecil jadi kami harus duduk berdekatan supaya muat. Sepanjang hujan tidak ada yang saling berbicara sampai aku mau berusaha membuka obrolan
Kalau di kota kamu dulu ada ta..
Sssttt!! Aku mau dengerin suara hujan dulu.
He? Ternyata dia sedang menikmati suara hujan lebat ini. Yasudah, aku diamkan saja. Tiba-tiba dia berbisik pelan,
Kamu dengerin ya, hujan ini sedang bernyanyi. Bisa denger ga? Indah kan suara hujan?
Aku diam, berusaha mencerna dan mendengar, nada apa yang dimainkan hujan…. Nihil. Semua hanya suara ‘drrrrtttttt’ saja seperti biasa. Ren seperti bisa menangkap kebingunganku dan bilang
Coba tutup mata dan bayangkan. Dengarkan.
Kucoba dan akhirnya… tetap gagal. Yasudahlah mungkin aku tidak peka. Hujanpun reda dan Ren menatapku sambil tersenyum. Lalu dia bilang,
Tidak perlu dipaksa. Kalau belum bisa dengar juga tak apa.
Pertemuan pertama dengan Ren membuat kami janjian lagi bertemu di taman ini setiap minggu. Begitu terus hingga berminggu-minggu. Suatu hari kami janjian seperti biasa. Kali ini aku membawa minuman kaleng juga untuk diminum bersama Ren. Ren sudah di taman ternyata. Belum sempat aku menghampirinya yang asik bermain dengan burung, hujan turun lagi dan kami segera lari lagi ke tempat berteduh. Kali ini aku sudah tahu dan hanya diam saja. Usai hujan, Ren bilang terima kasih dan dia bercerita kalau dia akan pergi setelah ini. Pesannya hanya satu, dengarkan nyanyian hujan, karena hujan menyampaikan pesan dari orang tertentu. Ah, pesan yang aneh dan perjumpaan yang singkat.

*****
Hari ini hujan lagi. Entah sudah berapa lama aku mencoba mendengarkan hujan dan menangkap nyanyiannya. Semua masih nihil tapi rasanya. Hanya suara ‘Dddrrrtttt’ yang terdengar. Apa kabar ya Ren? Aku sekali lagi mencoba mendengar hujan….
Ini yang kudengar:

Sudah seminggu sejak aku bisa dengar nyanyian hujan. Kini Ren hanya ‘pernah ada’. Dia pergi tak tahu kemana. Hujan lagi-lagi turun hari ini. Kucoba dengar tapi kini tak ada lagi nyanyian. Tiba-tiba di depan rumah ada yang mengantar surat. Niat sekali hujan-hujan. Surat itu dari Ren!

Hai Andi,

Apa kabar? Semoga selalu sehat. Kamu masih penasaran aku pergi kemana? Sekarang aku mau kasih tahu kamu.
Sebenarnya aku ga pernah pergi dari kota ini. Aku ada. Aku suka liat kamu dari jauh di taman itu sore-sore. Kenapa kita ga ketemu lagi? Aku sakit Andi. Penyakitku semakin parah dan ga lama lagi. Aku ga mau kamu tau karena aku ga mau waktu kita ketemu terakhir aku lemah dan ga berdaya. Lebih baik waktu aku masih bisa senyum pisah denganmu.
Aku pernah titip pesan sama hujan untuk bilang, aku ada. Sampe ga?
Ngomong-ngomong, waktu aku nulis surat ini, udah hari terakhirku. Besok semua alat akan dicabut dan aku akan pergi entah ke surga atau neraka. Yang pasti sulit ketemu kamu dalam waktu yang lama. Jadi, aku mau bilang lagi, sampai jumpa sahabatku.
Ingat ya walau aku akan pergi, aku pernah ada.

Sahabatmu,
Ren

Air mataku sudah menggenang dan hanya bisa bilang, terima kasih kamu pernah ada, Ren.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s