Reflection

Tak Bisa Menjadi, Hanya Terjadi

Semua begitu menderu akhir-akhir ini. Seakan tak sabar, semua datang bersama. Tak menyangka tak menduga. Berat sekali kali ini. Tak pernah ada yang begini, belum.
Tak sedetikpun ada kesempatan menjadi, semua hanya terjadi. Memilih adalah imajinasi saja dalam pikir. Semua sudah dipilihkan. Tiktok tiktok, jam terus melaju dan harapan tak bergerak karena pilihan telah dimatikan.
Adakah kata yang boleh terucap? Atau selesai saja lebih baik kali ini? Bertanya seakan ada hak memilih. Jadinya hanya halusinasi. Sekali lagi, yang seperti ini belum ada sejarahnya. Mimpipun tidak, akhirnya begini. Perih juga.
Aku ingin terbang saja menembus atmosfer lalu hilang entah menuju surga atau neraka yang diyakini banyak orang ada. Sampai kapan ini selesai, sampai kapan ini berlalu. Kuletakkan kepala di bantal lagi dan menutup mata berharap semua hanya mimpi buruk…

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s