Reflection

Meracau

Suatu senja aku berjalan sendiri di trotoar sempit ini. Sebenarnya hanya trotoar biasa di kota padat ini. Yang membuatnya jadi luar biasa hanya kenangan. Kenangan waktu kita jalan berdua dan penuh tawa riang.
Senjapun berganti malam. Kini semua dirimu hampir hilang. Detik demi detik membangkitkan kenangan. Hanya kenangan. Semoga detik detik itu juga akan membuatku terbiasa tiada… Dan kau tenang di manapun kau ada, tempat yang tak dapat kujangkau…

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s