Think Out Loud

Selamat Pagi Bintang

Selamat malam bintang! Akhirnya kita bertemu kembali setelah sekian lama. Haha. Iya, agak hiperbola memang. Kita baru tak bertemu separuh putaran bumi. Tapi kita hanya bisa bertemu setiap separuh putaran bumi. Hanya malam saat kita berjumpa. Selama itu saja sudah rindu, apalagi lebih lama? Tak terbayang.
Selamat malam bintang! Memujamu tapi belum sanggup menggapaimu memang tak enak. Menyakitkan sebenarnya. Bukan tak mau menggapaimu, hanya belum mampu. Aku butuh waktu sekian juta tahun bahkan dengan kecepatan cahaya untuk menggapaimu. Jauh sekali ya. Tak terbayang.

image

Selamat malam bintang! Kini cahayamu lebih terang dan seakan senyum padaku. Apa kau sadar ada aku? Aku harap ya. Tunggu, bila kau sadar ada aku lalu apa? Kau akan menatapku…. atau melengos saat melihatku. Semoga bukan yang kedua. Tak terbayang.
Selamat malam bintang! Aku tahu kau tak akan dengar (atau baca) sapaan ini. Ini hanya jadi monolog jiwa yang menahan rindu padamu. Sosok yang indah dan anggun memesona. Sempat sedetik mau berhenti seperti orang gila yang bicara sendiri, tapi sedetik kemudian semua kenangan menegaskan harapan yang ada. Ini semua seperti mimpi kini. Cahayamu makin terang dan tak lama lagi waktu untuk menjumpamu menurut orang. Ini menyenangkan, menegangkan, dan mengherankan. Sesaat lagi bintang, sesaat lagi. Kuharap kau tak beranjak. Tetaplah sampai ku tiba dan mengecup keningmu sambil berkata, Selamat pagi Bintang!

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s