Think Out Loud

Bintang, dimana?

Hei aku menulis lagi. Menulis sebuah kegundahan sepanjang kuasa bulan pada bumi ini. Ku tahu kau melihatku walau kau tak mau dilihat. Kau bisa sembunyi dari mataku, tapi rasaku merasakanmu.
Aku gusar tentangmu. Kapan lagi kita akan jumpa? Sadarkah kau kalau aku menanti? Kembali aku duduk diam memandang langit malam ini, tak berhenti mengharap kau muncul walau sekejap. Seperti ‘saat itu’. Ku tak tahu apa kau ingat saat yang kumaksud.

Penjara waktu mengingatkan otak ini untuk tidur, tapi gusar ini membuat tubuh menghiraukan pengingatnya. Aku rinduuu!!! Kau tahu? Mengertikah kau? Sungguh aku tak berdaya melawan rindu ini. Rasa ingin jumpa tak terelakan. Kau dimana, bintang? Dimana???
Percuma tampaknya aku menangis aku meraung. Kau tetap tak mau muncul. Bulan berusaha menghibur namun tetap hanya bintang yang kuingin. Makin cepat saja jantung ini berdetak karena ingin engkau. Ku tak akan menyerah yang ini. Kau bintangku. Ku pernah menemukanmu dan akan mengejarmu sampai ke langit. Terjauhpun kan kukejar. Bintangku, ijinkan aku menjadi milikmu…

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s