Think Out Loud

Stasiun Transit

Hidup ini seperti kereta yang akan transit di banyak stasiun dan di beberapa tempat kita harus memilih mau lanjut kemana. Selayaknya kereta, perjalanannya juga cepat, jadi kita juga akan mengambil keputusan secara cepat, hanya berharap bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik. (Walaupun kita tak akan pernah tahu apakah keputusan itu terbaik atau tidak karena tak mungkin mencoba keputusan lainnya)
Siang ini aku sampai pada stasiun transit lagi dan aku memilih turun dari kereta ini. Kereta ini nyaman dan aman sebenarnya untukku, dan aku punya teman mengobrol serta diskusi yang asik juga. Hanya saja, aku tersadar, bukan kereta ini yang bisa membawaku ke tujuan akhirku. Bukan. Aku memilih untuk mengorbankan kenyamanan itu demi mencoba kereta yang aku yakini akan membawaku ke stasiun transit berikutnya yang makin dekat dengan stasiun terakhirku.
Cemas tentu menemani jejak langkah awalku turun dari kereta ini, aku sudah lama sekali ikut kereta ini soalnya. Aku tak tahu kereta selanjutnya akan seperti apa, bagaimana orang-orang di dalamnya, dan bahkan aku tak tahu apakah kereta itu datang segera, masih lama, atau malah tidak datang. Penuh tidak pasti.
Bagaimanapun, aku sudah ambil keputusan untuk pindah kereta. Tantangan-tantangan baru pasti kuhadapi. Semua harus kutempuh pada akhirnya. Sembunyi pada zona nyaman tak akan membawaku kemana-mana, jadi aku akan tetap berjuang berharap kereta selanjutnya datang dan aku ikut sampai tujuanku atau paling tidak stasiun transit yang searah dan mendekati stasiun akhirku.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s