Reflection

Salah dan Benar

Aku selalu mendengar, ada yang benar, ada yang salah. Saat ada yang salah, semua orang mencaci, semua orang memaki. Saat ada yang benar, semua orang memuja, semua orang memuji.

Benar… Kamu benar.

Salah… Kamu salah.

Menjadi salah dan benar tak tentu pada bagaimana kita bertingkah laku. Semua tergantung pada apa kata orang-orang. Orang-orang yang kalau kita telaah ternyata tak mengenal kita, hanya tau bagaimana berteriak salah dan benar.
Salaaaah…

Benaaarrr…

Absurd. Masyarakat ini absurd. Mudah membuat kategorisasi benar salah, mudah pula membuat orang salah. Setelah itu ‘si salah’ akan perlahan tapi pasti dihakimi dan ‘mati’ pelan-pelan. Pelaan dan sangat halus, tapi mati.

Sungguh ngeri dan bikin merinding. Mudah saja menjadi salah, mudah saja menjadi benar.

Jadi, haruskah ada salah benar?

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s