Fictionary

Yakin

Lagi lagi tentang senja. Senja selalu muncul di saat hati dan pikiran ini mulai lelah. Senja hari ini memberi cerita tentang kata dan kita. Semakin lama, aku sadar, kata demi kata mulai berkurang. Semua tergantikan oleh tatapan. Hanya dengan 1 tatapan, ada pemahaman yang lebih dalam daripada ribuan kata.

Kata orang, mata tidak bisa bohong. Ada juga yang percaya bahwa mata adalah jendela hati. Aku sungguh senang bahwa kita paham hanya dengan saling memandang. Paham akan keluh kesah, paham akan kesedihan, paham juga akan kebahagiaan.

Oh ya, senja hari ini kita bertatapan. Kita saling mengirim ragu lewat mata kita. Pelan dan pelan kita melepaskan pandangan, beralih mencoba menyerap energi senja yang sebentar lagi terlelap. Tak berani kita saling menatap lagi. Semua karena kita tahu bahwa kita ragu. Ragu akan kita. Akankah kita tetap begini? Atau haruskah kita membalik badan agar hanya bayangan kita yang saling menyatu?

Senja sepertinya akan segera lalu hari ini, gelap akan menjadi penguasa. Sebelum saat itu tiba, hari ini kita harus menatap lagi sekali lagi. Aku menyentuh tanganmu, kau memandangku, juga aku. Kini lebih baik. Aku lempar tatapan keyakinanku, kau juga berusaha menerima dan seakan berkata, “Aku yakin padamu”

image

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s