Fictionary

Malam, Ramai, dan Sepi

Malam ini, siapa lagi yang akan berbicara? Kenapa begitu berisik malam ini? Padahal, dulu aku pernah mengenal malam yang begitu tenang, sunyi, dan (tapi) damai. Ketiga ciri itu sepertinya perlahan (secepat kilat) sirna. Yang tertinggal adalah semua begitu berisik saat malam tiba. Ada yang bernyanyi dengan sumbang tak tertolong, ada yang menggumam tanpa makna tapi kencangnya hingga tetangga sebelah, ada juga yang mengerang entah keenakan atau kesakitan – begitu saru.

Bisakah aku hanya diam malam ini? Bolehkah? Iya, diam yang itu, diam yang berarti tak bersuara. Sama sekali. Demi mencapai ketenangan yang kurindu.

Kuingat pada suatu masa, kita pernah begitu ramai berdua. Hanya berdua tapi ramai sekali seperti seakan sedunia. Ramai itu menyenangkan dan bertahan. Terus menyenangkan dan bertahan. Sayangnya memang tak ada yang abadi. Semua itu seperti makin tak terasa dan tak terasa. Makna semua itu seakan hilang detik demi detik. Menit demi menit. Kita makin renggang dan tawar.

Kita tetap ramai, tapi berbeda. Ada rasa bosan, ada rasa sebal, ada rasa tawar dalam keramaian ini. Seakan semua hanya basa basi dan sesuatu yang terjadi karena sebaiknya terjadi. Adakah kau sadar? Kalau aku sih, sadar. Semoga kau sadar. Kalau tak sadar, mungkin kau gila. Ah, bisa jadi juga aku yang gila, kau yang waras. Kuharap bukan keduanya. Yang penting sekarang, apa yang berubah? Ramai kan tetap, mengapa rasa tak sama?

Percuma tampaknya kupikirkan. Lebih baik aku memaksa diam hadir malam ini. Aku tak mau berkata, tak mau bercerita. Oh ya, aku juga tak mau ramai dalam bentuk apapun hadir dulu. Aku trauma karena ramai terakhir yang datang adalah gelas dan piring yang pecah. Lebih baik semua diam daripada ada yang tersakiti malam ini. Aku tak peduli kau setuju atau tidak, kau harus setuju. Kuyakin ini terbaik buat malam ini buat kita. Sekali lagi, untuk malam ini. Tak tahu besok. Kuharap kata-kataku kembali keluar kencang kala kutemui kau.

P.S. Hei kau! Aku rindu.

taken from http://www.itv.com/news/update/2014-02-03/controversial-child-maintenance-reforms-to-be-debated/

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s