Psychology

Lagi-lagi, Pulang

Sesaat aku hening dalam ramai. Memandang satu persatu mata kalian. Mungkin tak ada yang sadar, tapi aku sadar. Aku hanya terlalu bodoh untuk mengungkap emosiku. Aku terharu tapi tak mampu mengucap kala itu. Akhirnya aku pulang.

Haru ini sungguh tulus. Siapa tak terharu punya keluarga yang ada selalu. Siapa tak terharu punya keluarga yang tak ragu membagi dan berbagi.

Tak terasa, ini keenam kalinya kita menenggelamkan diri dalam kolam sentimentil pagi siang malam. Beberapa pernah tiga kali, ada yang 6 kali. Ada juga yang pertama kali. Aku 5 kali. Apakah ada beda berapa kali itu? Ku tak merasa bedanya. Ku hanya mengindra kesamaan. Kita satu keluarga. Itu saja.

Ada tawa canda yang tak terkira 2 hari 2 malam kemarin. Semua topeng luluh tanpa sisa saat kita bersama. Dimana lagi ada nyaman senyaman ini? Ada tawa, ada tangis. Penyesalan, kejujuran, pemaafan, ketulusan, kerinduan. Semua meluber kala ada hati bercerita. Aku sungguh tak tahu harus berkata apa. Aku bersyukur mengenal kalian. Semuanya.

Dalam semuanya aku juga melihat gelora besar untuk ‘menjadi’. Semua tak takut bertindak demi sebuah ‘ada’. Ini lama tak kulihat. Aku sungguh rindu ada di antara kalian. Sebuah gelombang semangat pantang menyerah karena batu atau apapun. Sebuah gelombang yang hanya menyerah pada ketiadaan.

Terima kasih TekoUI. Kalian semua. Terima kasih mengajariku berterima kasih. Keluarga yang selalu menjadi tempat pulang. Hingga entah kapan. Kita akan selalu KELUARGA ttkhbs

DCIM100GOPROGOPR2776.

Advertisements

What do you think? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s